Friday, September 4, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Dugaan Skandal Dana Asing, Dua Pejabat Partai Reform UK Mundur dari Jabatan

Mistar.idJumat, 4 September 2026 pukul 21.16 WIB
dugaan_skandal_dana_asing_dua_pejabat_partai_reform_uk_mundur_dari_jabatan

Pemimpin Partai Reform UK, Nigel Farage. (foto: Toby Shepheard/AFP via Aljazeera)

news_banner

London, MISTAR.ID - Dua pejabat senior Reform UK, James Orr dan Dan Jukes, mundur sementara dari jabatan mereka menyusul dugaan pelanggaran aturan pendanaan politik Inggris yang melibatkan sumber dana dari luar negeri.

Dilansir The Guardian, Jumat (4/9/2026), Orr yang menjabat kepala kebijakan Reform UK dan Jukes, ajudan senior pemimpin partai Nigel Farage, menepi dari posisi masing-masing sambil menunggu hasil penyelidikan internal partai.

“Kedua individu yang terlibat telah mundur dari posisi masing-masing sambil menunggu hasil penyelidikan,” kata juru bicara Reform UK seperti dikutip The Guardian.

Kasus tersebut mencuat setelah Channel 4 News menayangkan investigasi penyamaran yang dilakukan kelompok jurnalis investigasi Verbatim.

Menurut ITV News, Orr dan Jukes diduga mengatur agar sebuah perusahaan Amerika Serikat membiayai tiga survei opini publik yang dipesan Reform UK. Total biaya ketiga survei itu mencapai £32.500 atau lebih dari £30.000.

Perusahaan AS tersebut sebenarnya merupakan bagian dari operasi penyamaran Verbatim. Tim investigasi berpura-pura menjadi seorang warga Inggris dan ayahnya yang digambarkan sebagai pengusaha kaya asal AS.

Persoalan muncul karena hukum Inggris membatasi sumber yang diperbolehkan memberikan sumbangan kepada partai politik. Pembayaran biaya penelitian atau survei yang membantu memenuhi pengeluaran partai juga dapat dikategorikan sebagai sumbangan politik.

ITV News melaporkan, salah satu rekaman tersembunyi memperlihatkan Orr membicarakan kemungkinan lolos dari pengawasan Electoral Commission.

“Kami bisa dengan mudah lolos dari itu,” kata Orr dalam rekaman yang ditayangkan Channel 4 News.

Rekaman tersebut juga memperlihatkan pembicaraan mengenai kemungkinan donasi £500.000 dari warga AS.

Jukes diduga membahas cara agar uang tersebut disalurkan melalui anak sang calon donor yang berbasis di Inggris. Namun, donasi £500.000 itu tidak pernah terealisasi karena calon donor tersebut merupakan bagian dari operasi penyamaran.

Farage juga sempat bertemu dengan orang-orang yang diyakininya sebagai calon donor tersebut. Dalam rekaman, ia memuji hasil survei yang telah dilakukan, tetapi membantah mengetahui adanya upaya untuk melanggar aturan pendanaan politik.

Farage pada Jumat menegaskan Reform UK tidak menerima uang ilegal.

“Partai tidak melanggar hukum. Partai tidak menerima uang mencurigakan apa pun,” kata Farage dalam wawancara dengan LBC, sebagaimana dikutip The Guardian.

Meski membela partainya, Farage mengakui percakapan yang direkam secara tersembunyi tersebut “tidak terlihat baik” dan mengatakan dirinya tidak senang dengan sejumlah pernyataan yang disampaikan para pembantunya. Ia menilai keduanya telah dijebak dalam operasi penyamaran.

Reform UK sebelumnya membantah melakukan kesalahan dan menyebut operasi penyamaran tersebut sebagai serangan terhadap partai. Namun, setelah tayangan investigasi disiarkan, partai akhirnya membuka penyelidikan internal.

Nasib Orr dan Jukes juga tampaknya tidak berhenti pada pengunduran diri sementara. Ketua Reform UK Lee Anderson mengatakan kepada ITV News, “Mereka tidak akan kembali.”

Kasus tersebut kini turut mendapat perhatian aparat penegak hukum. Metropolitan Police London menyatakan telah mengetahui pemberitaan mengenai dugaan pelanggaran Political Parties, Elections and Referendums Act 2000 terkait pembiayaan survei.

Namun, polisi belum mengumumkan pembukaan penyelidikan pidana. Kepolisian mengatakan akan menilai kasus tersebut beserta informasi yang disampaikan kepada mereka.

Liberal Demokrat telah melaporkan kasus tersebut kepada Metropolitan Police dan Electoral Commission. Partai Buruh juga meminta dugaan pelanggaran itu diselidiki.

Electoral Commission menyatakan aturan mewajibkan partai politik melaporkan sumbangan yang memenuhi syarat di atas £11.180 dan sumbangan dari sumber yang tidak memenuhi syarat di atas £500. Dugaan upaya menghindari aturan tersebut, menurut lembaga itu, menjadi ranah yang dapat diperiksa polisi.

Skandal terbaru muncul saat Reform UK menggelar konferensi tahunan di Birmingham dan menjadi tekanan baru bagi Farage yang dalam beberapa bulan terakhir juga menghadapi sorotan mengenai pendanaan politik.

Reuters melaporkan, Farage masih menghadapi pemeriksaan terpisah terkait hadiah pribadi senilai £5 juta yang diterimanya dari pengusaha kripto Christopher Harborne pada 2024. Farage membantah melakukan kesalahan dalam perkara tersebut. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN