Friday, September 4, 2026
home_banner_first
MEDAN

Dua Hotspot Terdeteksi di Sumut, BMKG: Belum Ada Karhutla

Mistar.idJumat, 4 September 2026 pukul 19.36 WIB
dua_hotspot_terdeteksi_di_sumut_bmkg_belum_ada_karhutla

Ilustrasi. (foto: Nano Banana/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi dua titik panas atau hotspot di Sumatera Utara (Sumut), Jumat (4/9/2026). Meski demikian, BMKG menyatakan belum ada kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terdeteksi di wilayah tersebut.

Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Putri Afriza, mengatakan dua hotspot tersebut terpantau di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Labuhanbatu Utara (Labura).

“Untuk saat ini tidak ada karhutla di Sumut,” kata Putri saat dikonfirmasi Mistar melalui sambungan seluler, Jumat (4/9/2026).

“Hanya ada titik panas di wilayah Tapanuli Tengah dan Labuhanbatu Utara per pukul 13.00 WIB tadi,” ujarnya.

Putri menjelaskan, hotspot merupakan indikasi adanya suhu permukaan yang relatif lebih tinggi dibandingkan wilayah sekitarnya berdasarkan pantauan sensor satelit. Namun, keberadaan hotspot tidak serta-merta menunjukkan telah terjadi karhutla.

Untuk memastikan apakah titik panas tersebut berkaitan dengan kebakaran, diperlukan pengecekan langsung di lapangan serta koordinasi dengan instansi terkait.

Menurut Putri, kemunculan hotspot dapat dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk aktivitas manusia dan kondisi cuaca kering.

“Munculnya hotspot sebagian besar dipicu oleh aktivitas manusia, seperti pembukaan lahan dengan cara membakar, diperparah cuaca kering yang membuat api mudah menyebar dan terdeteksi satelit,” katanya.

Selain itu, minimnya tutupan awan juga dapat membuat penyinaran matahari ke permukaan bumi lebih maksimal sehingga suhu permukaan meningkat.

“Kurangnya tutupan awan di beberapa wilayah Sumut menyebabkan penyinaran matahari ke permukaan bumi lebih maksimal, sehingga mengakibatkan suhu panas yang berpotensi munculnya titik panas di wilayah tersebut,” ujarnya.

BMKG mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di wilayah yang terdeteksi hotspot. Pembakaran lahan berisiko memicu api menjalar dengan cepat ke area lain. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN