Friday, September 4, 2026
home_banner_first
MEDAN

Kemenag Salurkan Rp16,49 Miliar untuk Pemulihan Masjid dan Musala Terdampak Bencana di Sumut-Aceh

Mistar.idJumat, 4 September 2026 pukul 17.36 WIB
kemenag_salurkan_rp1649_miliar_untuk_pemulihan_masjid_dan_musala_terdampak_bencana_di_sumutaceh

Penyerahan bantuan secara simbolis untuk percepatan pemulihan masjid dan musala di Sumut dan Aceh. (foto: Humas Kemenag Sumut/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menyalurkan bantuan tahap kedua sebesar Rp16.492.000.000 untuk pemulihan masjid dan musala terdampak bencana alam di Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh.

Bantuan diberikan secara simbolis oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Islam Kemenag RI, Prof Abu Rokhmad di Aula Kantor Wilayah Kemenag Sumut, yang juga disaksikan oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Sumut dan Asosiasi Penghulu RI (APRI) Sumut.

Abu Rokhmad mengatakan, bantuan tersebut dialokasikan ke Aceh sebesar Rp11.628.000.000, dan Rp4.864.000.000 untuk Sumut. Menurutnya, penanganan setelah bencana tidak cukup hanya mengandalkan bantuan fisik maupun teknologi modern. Tapi juga menuntut adanya perubahan pola perilaku manusia dalam berinteraksi dengan alam sekitar.

Ia menambahkan seberapa besar dan canggih pun teknologi, tidak akan dapat menggantikan perilaku manusia terhadap alam. Bantuan dengan jumlah puluhan miliar sekali pun tidak akan berarti apa-apa jika kerusakan terus berlanjut.

“Perlu digaris bawahi bahwa pendekatan ekoteologi sangat penting dalam mencegah bencana alam untuk jangka panjang. Kemenag juga berperan penting untuk menyelamatkan alam demi keselamatan bangsa dan negara,” ujar Rokhmad dalam keterangannya, Jumat (4/9/2026).

Ia juga mendorong seluruh jajaran KUA, penghulu, dan penyuluh agama untuk mengimplementasikan gerakan ekoteologi dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari diri sendiri, keluarga dan juga lingkungan sekitar.

Selain itu, edukasi ekoteologi termasuk penanganan sampah, penanaman pohon kepada masyarakat dinilai penting untuk dilakukan agar kegiatan-kegiatan ekonomi tidak merusak alam.

Dirjen Bimas Islam juga menyoroti penurunan angka pencatatan nikah secara nasional dari tahun ke tahun. KUA, APRI dan penyuluh agama diminta aktif merespons fenomena penundaan pernikahan hingga persepsi negatif tentang perkawinan yang berseliweran di kalangan pemuda dengan usia produktif.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Sumut, Ahmad Qosbi mengapresiasi penyediaan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) untuk pemulihan rumah ibadah di Sumut dan Aceh yang diberikan Dirjen Bimas Islam.

“Ini merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap daerah terdampak bencana. Dukungan ini sangat berarti untuk percepatan pemulihan masjid dan musala yang terdampak banjir,” tuturnya.

Qosbi berharap dana bantuan yang diberikan dapat dialokasikan dengan tepat dan sesuai dengan kebutuhan prioritas di lapangan. Ia mengimbau kepala kantor kemenag kabupaten/kota dan kepala KUA aktif mendampingi Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) untuk mengelola dana yang diberikan dengan jujur dan transparan.

“Bantuan yang diberikan berasal dari keuangan negara. Saya minta BKM terus didampingi, agar laporan pertanggungjawabannya dapat diselesaikan dengan baik. Semoga niat mulia kita membantu rumah Allah SWT mendapatkan ridha dari-Nya,” ucap Qosbi.

Penyerahan bantuan secara simbolis ini diberikan kepada dua perwakilan yaitu BKM Masjid Nurul Yatama yang beralamat di Jalan Datuk Pelawi Utara, Kecamatan Babalan, dan BKM Masjid Nurul Hikmah di Jalan Medan Pangkalan Brandan, Kecamatan Tanjung Pura dengan besaran bantuan masing-masing sebanyak Rp38.000.000.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN