Thursday, August 6, 2026
home_banner_first
SUMUT

Tausiah Kemenag Sumut Bekali Anak Asuh Parawasa Berastagi Menata Kehidupan Baru

Mistar.idKamis, 6 Agustus 2026 pukul 17.24 WIB
tausiah_kemenag_sumut_bekali_anak_asuh_parawasa_berastagi_menata_kehidupan_baru

Anak asuh Parawasa Berastagi saat mendengarkan tausiah islami dari Kanwil Kemenag Provsu. (foto: abay/mistar).

news_banner

Karo, MISTAR.ID - Sejumlah anak asuh di Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) atau Panti Pelayanan Sosial Wanita Tuna Susila (WTS) Parawasa Berastagi, Kabupaten Karo, mendapat pembinaan keagamaan melalui tausiah yang disampaikan perwakilan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Utara (Provsu), Kamis (6/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Safari Dakwah Ikatan Penyuluh Agama Kemenag Provsu yang sekaligus menjadi kunjungan pembinaan dan studi lapangan untuk melihat kondisi masyarakat di berbagai wilayah Sumatera Utara.

Ustaz Alpian mengatakan, kegiatan Safari Dakwah ini merupakan program perdana yang dilaksanakan jajaran penyuluh agama Kemenag Provsu. Ke depan, kegiatan serupa akan diupayakan berlanjut dengan menyasar berbagai kabupaten/kota di Sumut.

“Safari dakwah ini kami lakukan sekaligus studi banding untuk melihat kondisi dan masyarakat di daerah yang kami sambangi. Nantinya akan menjadi bahan perbandingan untuk wilayah lainnya,” ujarnya.

Ia menyampaikan, pembinaan keagamaan penting diberikan agar masyarakat semakin memahami nilai-nilai agama dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Seperti fenomena batu es, apa yang kita sampaikan hendaknya dapat diterima oleh pendengar, mencair dalam ingatan, dan diamalkan dalam kehidupan sebagai bentuk menjalankan perintah Allah,” katanya.

Sementara itu, Kepala UPTD Pelayanan Sosial Wanita Tuna Susila dan Tuna Laras (Parawasa), Susi Findiowaty, menyambut baik kegiatan tausiah tersebut.

Menurutnya, pembinaan spiritual menjadi salah satu bekal bagi anak asuh Parawasa untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan setelah menjalani masa pelayanan sosial.

“Harapannya, mereka dapat menjalani kehidupan baru dengan lebih baik, kembali ke jalan yang benar, serta tidak mengulangi perbuatan yang membuat mereka sebelumnya terjaring dalam razia,” ujarnya.

Susi menambahkan, pembinaan di Parawasa tidak hanya dilakukan melalui pendekatan sosial, tetapi juga penguatan mental dan spiritual agar para anak asuh memiliki kesiapan kembali ke tengah masyarakat. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN