Derby Madrid Diwarnai Keputusan VAR dan Kartu Merah, Mbappé-Vinícius Mandul

Derby Madrid Diwarnai Keputusan VAR dan Kartu Merah. (foto ilustrasi:fotmob/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (21/9/2026) — Derby Madrid berubah menjadi malam penuh kontroversi bagi Real Madrid. Atlético Madrid menang 2-1 atas Real Madrid di Metropolitano, Minggu (20/9/2026), dalam laga yang diwarnai keputusan VAR, kartu merah Dean Huijsen, hingga tumpulnya lini depan Los Blancos.
Real Madrid masih mampu menahan Atlético 0-0 hingga turun minum. Namun, pertandingan berubah drastis setelah Dean Huijsen diusir pada awal babak kedua. Alejandro Grimaldo kemudian membuka skor lewat penalti sebelum Jonathan David menggandakan keunggulan Atlético.
Antonio Rüdiger memperkecil skor pada menit ke-89, tetapi Real Madrid gagal menyelamatkan satu poin. Kemenangan ini mengangkat Atlético ke posisi kedua dengan 16 poin, unggul satu angka dari Real Madrid.
VAR Jadi Pemantik Drama Derby Madrid
Kontroversi sudah muncul sebelum kartu merah Huijsen.
Pada menit ke-35, Jude Bellingham sempat mendapat kartu kuning setelah terlibat insiden dengan Cristian Romero. Setelah VAR melakukan review, kartu untuk Bellingham dibatalkan dan justru Romero yang mendapat kartu kuning.
Real Madrid memprotes keputusan tersebut karena menilai Romero layak mendapat kartu merah setelah menginjak area kaki atau lutut Bellingham. Madrid juga mempermasalahkan insiden Lee Kang-in terhadap Federico Valverde.
José Mourinho kemudian secara terbuka mempersoalkan keputusan wasit dalam konferensi pers selepas pertandingan. Pelatih Real Madrid tersebut bahkan menunjukkan sejumlah gambar yang menurutnya memperlihatkan pelanggaran yang layak dihukum kartu merah.
Kartu Merah Dean Huijsen Mengubah Segalanya
Jika kontroversi VAR menjadi pemantik, kartu merah Dean Huijsen adalah titik balik pertandingan.
Pada menit ke-50, Giuliano Simeone lolos mengejar umpan panjang Dávid Hancko. Huijsen datang terlambat dan menjatuhkan pemain Atlético di dalam kotak penalti.
Wasit awalnya memberikan penalti sekaligus kartu kuning. Setelah melihat tayangan VAR, keputusan berubah menjadi kartu merah langsung. Penalti tetap diberikan.
Grimaldo menjalankan penalti dengan sempurna pada menit ke-53.
Hanya enam menit kemudian, Atlético menggandakan keunggulan. Giuliano Simeone kembali menjadi aktor penting dengan mengirim umpan silang yang diselesaikan Jonathan David menjadi 2-0.
Dalam waktu kurang dari 10 menit setelah Huijsen diusir, pertandingan yang sebelumnya seimbang berubah menjadi keunggulan dua gol Atlético.
Mbappé dan Vinícius Tak Mampu Mengangkat Madrid
Ironisnya, masalah Real Madrid bukan hanya kartu merah.
Sebelum Huijsen diusir, lini depan Madrid juga kesulitan menciptakan ancaman berarti. Kylian Mbappé hanya mencatat satu tembakan, sedangkan Vinícius Jr. ditarik keluar pada menit ke-54.
Menurut data Opta yang dikutip Opta Analyst, Real Madrid hanya menghasilkan 0,32 expected goals (xG).
Angka tersebut menjadi salah satu statistik paling mencolok dari derby ini karena merupakan xG terendah Real Madrid dalam satu pertandingan LaLiga sejak Februari 2015, ketika mereka juga menghadapi Atlético.
Artinya, kartu merah Huijsen memang mengubah jalannya pertandingan, tetapi Madrid sudah kesulitan menghasilkan peluang berkualitas sebelum kehilangan satu pemain.
Atlético Justru Makin Berbahaya Setelah Jeda
Babak pertama derby berjalan keras tetapi minim peluang. Kedua tim lebih banyak terlibat duel fisik daripada menciptakan ancaman nyata.
Situasi berubah setelah jeda.
Atlético meningkatkan tekanan, sementara Real Madrid kehilangan keseimbangan setelah Huijsen dikeluarkan. Grimaldo mencetak gol dari penalti, lalu Jonathan David memperbesar keunggulan enam menit kemudian.
Rüdiger sempat memberi harapan lewat sundulan pada menit ke-89, tetapi Atlético mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir.
Fakta Menarik: Jonathan David Langsung Bersinar
Kemenangan Atlético juga menegaskan pengaruh Jonathan David di awal kariernya bersama klub.
Striker Kanada tersebut mencetak gol kedua Atlético dalam derby dan menjadi salah satu pemain yang paling menentukan setelah jeda.
Di sisi lain, kemenangan ini juga mengakhiri rentetan hasil buruk Diego Simeone dalam pertemuan LaLiga melawan José Mourinho. Sebelum laga ini, Mourinho selalu menang dalam tiga pertemuan LaLiga melawan tim Simeone.
Insight: Madrid Tak Sekadar Kalah karena VAR
Kontroversi wasit kemungkinan akan menjadi pembahasan terbesar setelah derby. Namun, angka pertandingan memberikan gambaran yang lebih luas.
Real Madrid memang dirugikan secara situasional setelah Huijsen mendapat kartu merah. Akan tetapi, produksi serangan Madrid sudah rendah sebelum insiden tersebut.
Mbappé hanya membuat satu tembakan, Vinícius tidak mampu memberi pengaruh besar, dan total xG Madrid hanya 0,32.
Karena itu, derby ini memperlihatkan dua persoalan sekaligus: keputusan kontroversial yang mengubah momentum dan masalah Madrid dalam menciptakan peluang berbahaya.
Bagi Atlético, kemenangan 2-1 membawa mereka naik ke posisi kedua. Bagi Real Madrid, kekalahan ini menjadi derby yang meninggalkan tanda tanya lebih besar daripada sekadar keputusan wasit dan VAR.
(reuters/realmadrid/statmuse/optaanalyst/*/hm27)






































