Tuesday, September 22, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Kepala Staf Kepresidenan Cek Sekolah Rakyat Sergai, 30-an Siswa Pilih Kembali ke Orang Tua

Mistar.idSenin, 21 September 2026 pukul 13.44 WIB
kepala_staf_kepresidenan_cek_sekolah_rakyat_sergai_30an_siswa_pilih_kembali_ke_orang_tua

Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman saat meninjau operasional SRT1 Sergai, Senin (21/9/2026). (Foto: Damanik/Mistar)

news_banner

Sergai, MISTAR.ID – Sekitar 30 dari 300 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 (SRT1) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) kembali ke orang tua setelah mengikuti pembelajaran di sekolah tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman saat meninjau operasional SRT1 Sergai, Senin (21/9/2026).

Menurutnya, para siswa tersebut kemungkinan masih belum beradaptasi dengan situasi baru di Sekolah Rakyat.

"Saya melihat sesuai laporan dari Kepala Sekolah dan Bupati. Dari 300 siswa, semuanya ada sekitar 30-an yang kembali ke orang tuanya. Mungkin karena baru atau mungkin karena situasinya yang berbeda," ucap Dudung.

Dalam kunjungan tersebut, Dudung ingin memastikan operasional SRT1 Sergai berjalan sesuai laporan yang diterimanya dari pihak sekolah dan Pemerintah Kabupaten Sergai.

Ia juga meminta para siswa yang masih mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat memanfaatkan fasilitas dan pembelajaran yang diberikan pemerintah.

Dudung mengatakan, program Sekolah Rakyat merupakan upaya pemerintah agar anak-anak Indonesia tidak putus sekolah karena keterbatasan ekonomi keluarga.

"Banyak-banyak anak kita putus sekolah karena kondisi ekonomi, Bapak Presiden tidak menginginkan ada anak sekolah yang tidak sekolah. Semuanya harus sekolah. Oleh karenanya, kepada anak-anak ayo manfaatkan," tuturnya.

Ia kemudian menceritakan pengalaman hidupnya ketika berusia 11 tahun dan harus kehilangan orang tua. Untuk melanjutkan pendidikan, Dudung mengaku pernah berjualan koran.

"Saya dulu umur 11 tahun, orang tua saya sudah meninggal. Orang tua saya hanya PNS. Saya berjualan koran dengan semangat dan spirit, serta pantang menyerah," katanya.

Menurut Dudung, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berusaha. Ia pun memotivasi siswa SRT1 Sergai agar terus belajar dan memiliki cita-cita tinggi.

Sementara itu, Kepala SRT1 Sergai Edy Selamat Ritonga melaporkan, operasional sekolah tersebut telah berjalan sejak pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahap kedua pada 31 Juli 2026.

Saat ini, jumlah peserta didik SRT1 Sergai mencapai 300 orang, terdiri dari 25 siswa jenjang SD, 106 siswa SMP dan 169 siswa SMA. Dari total tersebut, 135 merupakan siswa laki-laki dan 165 siswa perempuan.

Untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, SRT1 Sergai memiliki 96 tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Selain itu, terdapat wali asuh, tenaga administrasi, petugas keamanan, petugas kebersihan dan juru masak.

Edy menambahkan, seluruh peserta didik jenjang SD, SMP dan SMA juga telah mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Dalam kunjungannya, Dudung turut berinteraksi dengan siswa-siswi kelas 1 SD, kelas VII dan kelas X serta meninjau sejumlah ruangan di lingkungan Sekolah Rakyat.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN