Wednesday, September 23, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Kepala Angkatan Darat Iran: Pasukan Sepenuhnya Siap Hadapi Serangan AS-Israel

Mistar.idSelasa, 22 September 2026 pukul 00.11 WIB
kepala_angkatan_darat_iran_pasukan_sepenuhnya_siap_hadapi_serangan_asisrael

Kepala Angkatan Darat Iran, Amir Hatami. (foto: Reuters)

news_banner

Teheran, MISTAR.ID - Kepala Angkatan Darat Iran, Mayor Jenderal Amir Hatami, mengatakan pasukan Iran berada dalam kondisi sepenuhnya siap menghadapi kemungkinan serangan baru dari Amerika Serikat dan Israel.

Pernyataan Hatami muncul ketika ketegangan kembali meningkat setelah Iran mengatakan telah menerima informasi bahwa Amerika Serikat sedang mempersiapkan kemungkinan melanjutkan serangan terhadap Iran.

Dalam pembaruan yang disampaikan Al Jazeera pada Senin (21/9/2026), Hatami mengatakan pasukan Iran dalam kondisi "siap sepenuhnya, waspada, dan siaga” menghadapi kemungkinan serangan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan setelah Khatam al-Anbiya Central Headquarters, komando pusat yang mengawasi angkatan bersenjata Iran, mengatakan pihaknya memperoleh informasi bahwa Washington sedang bersiap untuk kembali menyerang Iran.

Teheran memperingatkan bahwa serangan baru dari Amerika Serikat akan memicu respons terhadap pangkalan dan kepentingan AS di kawasan Timur Tengah. Iran juga memperingatkan negara-negara regional agar tidak memberikan wilayah atau fasilitas mereka untuk mendukung serangan AS.

Menurut komando militer Iran, negara yang mengizinkan wilayah atau fasilitasnya digunakan untuk mendukung serangan Amerika Serikat akan dianggap “terlibat” dan dapat menghadapi respons Iran.

Trump Pertimbangkan Sejumlah Opsi

Ketegangan tersebut berlangsung ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dirinya masih berada dalam tahap menentukan langkah berikutnya terkait Iran.

Trump mengatakan pilihannya mencakup kemungkinan tindakan militer lebih lanjut, tekanan ekonomi, atau kesepakatan.

Ia juga bersedia untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pekan ini.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah berangkat menuju New York untuk menghadiri agenda PBB. Ia dijadwalkan melakukan persinggahan singkat di Qatar.

Qatar sendiri masih berupaya menjadi perantara antara Washington dan Teheran. Pemerintah Qatar mengatakan para pejabatnya terus melakukan perjalanan antara kedua ibu kota dan bertukar proposal untuk menghidupkan kembali perundingan.

Menurut laporan tersebut, Iran sebelumnya telah menyampaikan sejumlah syarat kepada mediator Qatar dan Pakistan untuk dimulainya kembali pembicaraan, termasuk penghentian perang dan serangan AS, pembebasan dana Iran yang dibekukan, serta pencabutan blokade laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Sementara itu, ketegangan di kawasan juga berdampak pada pelayaran melalui Selat Hormuz. Data pelayaran yang dikutip Al Jazeera menunjukkan 12 kapal komoditas melintasi selat tersebut selama akhir pekan, turun dari 35 kapal pada akhir pekan sebelumnya. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN