Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
PIALA DUNIA 2026

Leandro Paredes Jadi Sorotan usai Final Piala Dunia 2026, Ini Profil, Penyebab Emosinya, dan Respons FIFA

Mistar.idSenin, 20 Juli 2026 pukul 13.07 WIB
leandro_paredes_jadi_sorotan_usai_final_piala_dunia_2026_ini_profil_penyebab_emosinya_dan_respons_fifa

Leandro Paredes yang jadi Sorotan usai Final Piala Dunia 2026. (foto:reuters/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID, (20/7/2026) – Nama Leandro Paredes kembali menghiasi pemberitaan sepak bola dunia. Namun kali ini, sorotan bukan datang dari kualitas permainannya sebagai gelandang bertahan Argentina, melainkan karena insiden emosional yang terjadi seusai Final Piala Dunia 2026.

Argentina harus mengubur mimpi mempertahankan gelar juara dunia setelah kalah 0-1 dari Spanyol pada partai puncak yang berlangsung Minggu (19/7/2026). Kekalahan tersebut memicu ketegangan di lapangan, dan Paredes menjadi salah satu pemain yang paling disorot setelah terlibat keributan pasca-pertandingan.

Insiden itu membuat Paredes diganjar kartu merah setelah peluit panjang dibunyikan dan kini berpotensi menghadapi pemeriksaan lebih lanjut dari Komite Disiplin FIFA.

Siapa Leandro Paredes?

Leandro Daniel Paredes lahir di San Justo, Buenos Aires, Argentina, pada 29 Juni 1994. Ia dikenal sebagai gelandang bertahan dengan kemampuan distribusi bola yang sangat baik, visi bermain tajam, serta karakter yang agresif dalam memenangkan duel.

Karier profesionalnya dimulai bersama Boca Juniors sebelum melanjutkan petualangan di Eropa bersama sejumlah klub besar, seperti AS Roma, Empoli, Zenit Saint Petersburg, Paris Saint-Germain, Juventus, hingga kembali memperkuat AS Roma.

Di level internasional, Paredes merupakan salah satu pilar penting dalam era keemasan Argentina di bawah asuhan Lionel Scaloni. Ia ikut membawa Albiceleste menjuarai Copa America 2021, Finalissima 2022, dan Piala Dunia 2022.

Meski bukan pemain yang produktif mencetak gol, perannya sebagai pengatur ritme permainan dan pelindung lini belakang membuatnya menjadi salah satu gelandang yang paling dipercaya Scaloni selama bertahun-tahun.

Rekam Jejak: Gelandang Penyeimbang Permainan Argentina

Selama membela Timnas Argentina, Paredes dikenal sebagai pemain yang mampu menjaga keseimbangan permainan.

Ia memiliki beberapa peran penting, antara lain:

- memutus serangan lawan;

- mengawali proses build-up dari lini belakang;

- mengatur tempo permainan;

- menjaga keseimbangan antara lini tengah dan pertahanan.

Karakter bermainnya yang keras membuat Paredes juga cukup sering menerima kartu sepanjang kariernya. Namun, gaya bermain tersebut selama ini justru menjadi salah satu kekuatan Argentina dalam menghadapi pertandingan-pertandingan besar.

Fakta Menarik

Di luar lapangan, Paredes dikenal sebagai salah satu sahabat terdekat Lionel Messi. Keduanya menjalin hubungan yang erat sejak sama-sama memperkuat Paris Saint-Germain dan terus menjadi bagian penting ruang ganti Timnas Argentina.

Mengapa Leandro Paredes Mengamuk usai Final Piala Dunia 2026?

Kekalahan Argentina di final menjadi awal dari insiden yang mencuri perhatian dunia.

Setelah peluit panjang dibunyikan dan para pemain Spanyol mulai merayakan keberhasilan mereka menjadi juara dunia, suasana di lapangan mendadak memanas.

Dalam kondisi emosional, Paredes terlibat konfrontasi dengan sejumlah pemain Spanyol. Rekaman pertandingan memperlihatkan dirinya mendorong Gavi sebelum kemudian melakukan kontak fisik dengan Eric García. Insiden tersebut memicu keributan yang melibatkan beberapa pemain dari kedua tim sebelum akhirnya berhasil diredam oleh ofisial dan wasit.

Atas tindakannya tersebut, wasit mengeluarkan kartu merah langsung kepada Paredes setelah pertandingan berakhir.

Kronologi Singkat Insiden

- Argentina kalah 0-1 dari Spanyol di final.

- Pemain Spanyol merayakan gelar juara dunia.

- Adu mulut terjadi di tengah lapangan.

- Leandro Paredes terlihat mendorong Gavi.

- Ia juga melakukan kontak fisik terhadap Eric García.

- Wasit memberikan kartu merah setelah laga usai.

Apa yang Memicu Ledakan Emosi Paredes?

Beberapa faktor diduga menjadi penyebab emosi Paredes meledak seusai pertandingan.

1. Kekecewaan Gagal Mempertahankan Gelar

Argentina datang ke Piala Dunia 2026 dengan status juara bertahan. Kekalahan di partai final tentu menjadi pukulan besar bagi seluruh skuad, termasuk Paredes yang merupakan bagian dari generasi juara dunia 2022.

2. Intensitas Laga yang Sangat Tinggi

Final berlangsung keras dengan banyak duel fisik. Argentina bahkan harus bermain dengan sepuluh orang setelah Enzo Fernández menerima kartu merah sebelum pertandingan usai.

Ketegangan selama lebih dari 120 menit diyakini menjadi salah satu faktor yang membuat emosi para pemain sulit dikendalikan setelah laga berakhir.

3. Tekanan Besar pada Laga Penentuan

Final Piala Dunia selalu menghadirkan tekanan psikologis yang luar biasa. Dalam situasi seperti itu, rasa frustrasi akibat kekalahan kerap memicu reaksi emosional yang berlebihan.

Bagaimana Respons FIFA?

Hingga laporan terbaru, FIFA belum mengumumkan adanya hukuman tambahan terhadap Leandro Paredes.

Yang telah dipastikan adalah Paredes menerima kartu merah pasca-pertandingan. Sementara itu, Komite Disiplin FIFA masih meninjau rekaman pertandingan untuk menentukan apakah insiden tersebut layak dikenai sanksi tambahan di luar hukuman yang sudah diberikan wasit.

Artinya, hingga kini belum ada keputusan resmi mengenai kemungkinan larangan bermain atau bentuk hukuman lainnya.

Respons Lionel Scaloni

Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, memilih bersikap tenang menyikapi keributan tersebut.

Dalam tayangan pertandingan, Scaloni terlihat turun langsung ke lapangan untuk membantu meredakan ketegangan dan memisahkan para pemain dari kedua tim.

Saat konferensi pers, fokus Scaloni bukan pada insiden tersebut, melainkan memberikan apresiasi atas perjuangan para pemainnya sepanjang turnamen. Ia mengakui Spanyol tampil lebih baik di partai final dan menyatakan Argentina telah memberikan seluruh kemampuan yang dimiliki.

Hingga kini, tidak ada pernyataan dari Scaloni yang secara khusus membela tindakan emosional Leandro Paredes.

Sorotan Utama

Leandro Paredes merupakan sosok gelandang yang identik dengan semangat juang tinggi dan karakter kompetitif. Dalam banyak kesempatan, mentalitas tersebut justru menjadi salah satu kekuatan utama Argentina.

Namun, final Piala Dunia 2026 memperlihatkan sisi lain dari karakter tersebut. Ketika tekanan dan kekecewaan memuncak, emosi yang tidak terkendali justru menggeser perhatian publik dari perjuangan Argentina menjadi kontroversi yang melibatkan salah satu pemain seniornya.

Menariknya, di saat Paredes terlibat keributan, Lionel Messi justru terlihat memilih menyalami para pemain Spanyol sebelum meninggalkan lapangan. Kontras tersebut menjadi salah satu momen yang paling banyak dibahas media internasional setelah final.

Fakta Menarik

Leandro Paredes dikenal sebagai salah satu gelandang dengan akurasi umpan terbaik yang dimiliki Argentina dalam satu dekade terakhir. Selain piawai mengatur tempo permainan, ia juga merupakan pemain yang dipercaya Lionel Scaloni sejak awal membangun era baru Tim Tango.

Bersama generasi emas Argentina, Paredes berhasil meraih tiga gelar bergengsi, yakni Copa America 2021, Finalissima 2022, dan Piala Dunia 2022. Namun, insiden seusai Final Piala Dunia 2026 kini menjadi salah satu momen paling kontroversial dalam perjalanan karier internasionalnya.

Insight Mendalam

Kasus Leandro Paredes menunjukkan bahwa final Piala Dunia bukan hanya menguji kemampuan teknis para pemain, tetapi juga ketangguhan mental mereka.

Sebagai juara bertahan, Argentina memikul ekspektasi yang sangat besar untuk mempertahankan trofi. Ketika target tersebut gagal tercapai, tekanan emosional menjadi sulit dihindari.

Bagi FIFA, penanganan insiden ini akan menjadi bagian dari upaya menjaga sportivitas di panggung sepak bola tertinggi dunia. Sementara itu, sikap Lionel Scaloni yang memilih menenangkan situasi dan mengakui keunggulan lawan memperlihatkan pendekatan kepemimpinan yang lebih mengedepankan penghormatan terhadap hasil pertandingan dibanding memperbesar kontroversi pasca-final.

(*/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN