Wednesday, August 19, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Gempa Susulan NTT Capai 2.119 Kali, 70 Orang Meninggal dan 40 Ribu Mengungsi

Mistar.idRabu, 19 Agustus 2026 pukul 08.05 WIB
gempa_susulan_ntt_capai_2119_kali_70_orang_meninggal_dan_40_ribu_mengungsi

Seorang warga memperhatikan bangunan yang ambruk akibat gempa bumi di Reo, Nusa Tenggara Timur, Senin, 17 Agustus 2026. (ap/firdia lisnawati)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID - Dampak gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih terasa hingga Rabu (19/8/2026). Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Selasa (18/8/2026) pukul 17.00 WIB mencatat 70 orang meninggal dunia, 1.184 orang terluka, dan 40.216 warga mengungsi.

Sementara aktivitas gempa susulan belum berhenti. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya 2.119 gempa susulan setelah gempa utama M7,7 yang terjadi Sabtu (15/8/2026).

Berdasarkan siaran pers BMKG, 2.119 gempa susulan tersebut tercatat hingga Selasa (18/8/2026) pukul 05.00 WIB dengan magnitudo antara M1,3 hingga M6,2.

Dari jumlah itu, sebanyak 24 gempa berkekuatan di atas M5 dan 70 gempa susulan dirasakan masyarakat.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto mengatakan aktivitas gempa susulan diperkirakan masih berlangsung selama beberapa pekan.

"Berdasarkan data sementara gempa susulan ini akan berakhir 3–4 minggu ke depan," kata Wijayanto dalam keterangan resmi BMKG, Selasa (18/8/2026).

BMKG juga meminta masyarakat menghindari bangunan yang retak atau rusak dan tetap mewaspadai kemungkinan gempa susulan.

Gempa utama M7,7 terjadi Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. Berdasarkan pemutakhiran BMKG, gempa berpusat di laut sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.

BMKG menjelaskan gempa dangkal tersebut dipicu aktivitas tektonik pada zona Flores Back-Arc dengan mekanisme pergerakan naik atau *thrust fault*.

Halaman:


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN