Gempa Susulan NTT Capai 2.119 Kali, 70 Orang Meninggal dan 40 Ribu Mengungsi

Seorang warga memperhatikan bangunan yang ambruk akibat gempa bumi di Reo, Nusa Tenggara Timur, Senin, 17 Agustus 2026. (ap/firdia lisnawati)
Gempa juga memicu tsunami yang terdeteksi di 16 lokasi pada empat provinsi, yakni NTT, NTB, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Peringatan dini tsunami kemudian diakhiri BMKG pada Sabtu pukul 07.30 WIB.
Basarnas: Tidak Ada Lagi Warga dalam Pencarian
Di tengah penanganan bencana, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyatakan tidak ada lagi laporan warga yang tercatat masih hilang atau dalam pencarian.
Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo mengatakan operasi SAR kini tinggal melakukan penyisiran wilayah terdampak.
"Operasi yang kita lakukan hanya tinggal penyisiran karena berdasarkan laporan atau masukan data dari para korban tidak ada lagi saudara-saudara mereka, tetangga, rekan yang tercatat masih dalam pencarian," kata Yudhi dalam konferensi pers, Selasa (18/8/2026), seperti dikutip detikcom.
Berdasarkan pendataan Basarnas hingga Senin (17/8/2026) pukul 23.30 WIB, sebanyak 70 orang meninggal dan 132 orang mengalami luka-luka. Dari korban luka tersebut, 40 orang luka berat dan 92 lainnya luka ringan.
Angka korban luka Basarnas berbeda dengan data BNPB dan Kementerian Kesehatan. BNPB sebelumnya menjelaskan perbedaan terjadi karena basis pendataan masing-masing lembaga berbeda.
Basarnas menghitung korban yang ditemukan dalam operasi pencarian dan pertolongan, sedangkan Kementerian Kesehatan mencatat masyarakat yang mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan.




















