Gempa Susulan NTT Capai 2.119 Kali, 70 Orang Meninggal dan 40 Ribu Mengungsi

Seorang warga memperhatikan bangunan yang ambruk akibat gempa bumi di Reo, Nusa Tenggara Timur, Senin, 17 Agustus 2026. (ap/firdia lisnawati)
Data BNPB yang diperbarui pada Selasa pukul 17.00 WIB mencatat jumlah korban luka telah mencapai 1.184 orang.
Jumlah Pengungsi Capai 40.216 Orang
Jumlah warga yang meninggalkan tempat tinggalnya juga terus bertambah. Berdasarkan pembaruan BNPB per Selasa pukul 17.00 WIB, sebanyak 40.216 orang tercatat mengungsi.
Dalam pembaruan sebelumnya pada Selasa sore, BNPB mencatat 40.040 pengungsi. Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menjelaskan jumlah pengungsi tidak selalu menggambarkan jumlah rumah yang rusak.
"Data sementara pengungsi saat ini yang kami kumpulkan ada 40.040 jiwa. Ini bukan menggambarkan kerusakan rumah, jadi perlu kita hati-hati untuk menerjemahkannya. Namun, ini karena banyaknya dampak psikologis yang dirasakan oleh warga," ujar Berton dalam pembaruan penanganan gempa, Selasa.
Pada pembaruan tersebut, jumlah pengungsi terbanyak berada di Manggarai Timur. Sebanyak 966 warga mengungsi di posko BPBD dan sekitar 14.000 orang lainnya mengungsi secara mandiri.
BNPB juga mencatat sedikitnya 11.925 rumah mengalami kerusakan, terdiri dari 5.516 rumah rusak berat, 1.916 rusak sedang, dan 4.493 rusak ringan.
Berton mengatakan daerah dengan kerusakan rumah terbesar berada di Kabupaten Nagekeo, Manggarai Barat, dan Ngada.
Pemerintah terus menyalurkan bantuan berupa beras, sembako, air minum, obat-obatan, matras, selimut, kasur, tenda, BBM hingga genset ke wilayah terdampak.
Dua rumah sakit lapangan juga dibangun untuk mendukung pelayanan kesehatan, sementara pemulihan jaringan listrik dan infrastruktur jalan terus dilakukan. (sumber: BMKG, BNPB, Basarnas, detik, Kompas TV)




















