Wednesday, August 19, 2026
home_banner_first
NASIONAL

5 Ton Rendang Sumbar “Terbang” ke NTT, BPOM Kawal Keamanannya untuk Korban Gempa

Mistar.idSelasa, 18 Agustus 2026 pukul 17.29 WIB
5_ton_rendang_sumbar_terbang_ke_ntt_bpom_kawal_keamanannya_untuk_korban_gempa_

Teks Foto: Masyarakat Sumatera Barat mengirim 5 ton rendang untuk korban gempa NTT. (Foto: Beritasatu.com)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID (18/8/2026) – Masyarakat Sumatera Barat melalui Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) menyiapkan 5 ton rendang untuk korban gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan tersebut ditargetkan terkumpul dalam 10 hari ke depan. Donasi berasal dari berbagai lapisan masyarakat hingga pengusaha rendang di Sumbar.

Ketua LKAAM Fauzi Bahar mengatakan, rendang dipilih karena praktis dan tahan lama untuk kondisi darurat.

"Pertama, rendang ini tahan lama. Kedua, siap saji. Ketika rumahnya runtuh, orang tidak sempat memasak. Dengan nasi putih dan rendang saja sudah cukup," kata Fauzi, dikutip dari Antara, Selasa (18/8/2026).

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar, menyatakan lembaganya akan mengawal keamanan pangan bantuan tersebut sebelum didistribusikan.

"Tentu Badan POM akan melakukan intervensi karena itu kewajiban kami. Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan berbagai lembaga terkait makanan yang akan dikirim," ujar Ikrar saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).

Menurut Ikrar, saat ini sejumlah asosiasi masyarakat lain juga berkoordinasi dengan BPOM untuk mengirimkan bantuan makanan bagi korban gempa NTT.

"Badan POM membantu dengan menyeleksi produk agar sesuai peruntukannya, belum kedaluwarsa, dan memenuhi syarat," katanya.

Ia menegaskan BPOM memiliki empati besar terhadap saudara-saudara di NTT yang terdampak bencana.

"Intinya, Badan POM hadir dan memiliki rasa empati yang sangat besar terhadap saudara kita yang mengalami bencana alam gempa bumi di sana," lanjutnya.

Bentuk Tim KhususIkrar menambahkan, BPOM akan membentuk tim khusus untuk mengintensifkan pengawasan mutu obat, suplemen, hingga makanan darurat yang dikirim ke lokasi bencana."Kami di Badan POM akan membentuk tim khusus untuk membantu hal itu," tutupnya.(Detikcom/hm02)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN