Pemerintah Nyatakan Masih Mampu Tangani Dampak Gempa NTT

Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah masih mampu tangani dampak gempa bumi di NTT, sehingga belum buka opsi bantuan dari negara lain. (Foto: CNNIndonesia/M Naufal)
Jakarta, MISTAR.ID - Pemerintah menyatakan masih mampu menangani dampak gempa bumi magnitudo 7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), sehingga belum membuka opsi bantuan dari negara lain.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, penanganan dampak gempa masih dapat dilakukan pemerintah berdasarkan laporan kondisi di lapangan.
"Belum (membuka bantuan negara lain) ya," kata Prasetyo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026), dilansir Detik.
Menurutnya, sejumlah kebutuhan mendesak bagi masyarakat terdampak, mulai dari logistik, hunian sementara (huntara), hingga hunian tetap (huntap), saat ini masih dalam proses penanganan.
"Nanti kita lihat, karena berdasarkan laporan harian yang kami terima dari teman-teman yang memonitor di lapangan, semua masih bisa kita tangani dengan baik," ujarnya.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan tidak ada lagi warga yang dinyatakan hilang akibat gempa tersebut.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, tim Basarnas masih bersiaga di tujuh kabupaten terdampak.
"Hingga saat ini, 17 Agustus, sudah tidak ada laporan warga yang hilang di wilayah terdampak. Namun demikian, tim Basarnas tetap melakukan upaya pencarian dan menerjunkan personel secara optimal di daerah-daerah terdampak," kata Berton dalam konferensi pers, Senin (17/8/2026).
Selain itu, Kementerian Kesehatan telah mengirim dua unit rumah sakit lapangan ke Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Nagekeo. Rumah sakit lapangan tersebut diharapkan segera melayani warga yang menjadi korban gempa dan membutuhkan penanganan medis.
Berdasarkan data terkini BNPB, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa magnitudo 7 di NTT mencapai 68 orang. BNPB masih memantau perkembangan jumlah korban dan akan memperbarui data apabila ditemukan korban lainnya. (hm25/detikcom)





















