Sudah Operasi Usus Buntu, Apakah Bisa Kambuh? Ini Penjelasan Dokter

Ilustrasi sakit usus buntu (Foto: AI)
Jakarta, MISTAR.ID — Pertanyaan apakah penyakit usus buntu bisa kambuh setelah seseorang menjalani operasi cukup sering muncul. Jawabannya ternyata bergantung pada satu hal penting, yakni apakah organ usus buntu benar-benar sudah diangkat saat operasi.
Dokter Spesialis Bedah RSUD Bung Karno Surakarta, dr. Agung Widhinugroho, Sp.B, menjelaskan bahwa jika usus buntu telah diangkat seluruhnya, radang usus buntu pada organ yang sama seharusnya tidak kembali terjadi.
Penjelasan tersebut disampaikan dr. Agung dalam Healthy Talk bertajuk “Radang Usus Buntu atau Appendicitis, Kapan Harus Operasi?” yang disiarkan melalui YouTube Tribunnews dan Tribun Health, Sabtu (13/7/2026).
Menurutnya, pengangkatan usus buntu membuat organ yang sebelumnya mengalami peradangan tersebut sudah tidak lagi berada di dalam tubuh.
“Kalau memang sudah benar-benar diambil, itu harusnya penyakit usus buntunya sudah tidak mungkin karena usus buntunya sudah diambil,” ujar dr. Agung.
Pernah Operasi Belum Tentu Usus Buntu Diangkat
Meski demikian, ada kondisi tertentu yang membuat seseorang pernah menjalani operasi dengan dugaan awal radang usus buntu, tetapi organ tersebut ternyata tidak diangkat.
Hal itu dapat terjadi apabila dokter menemukan penyebab lain ketika operasi dilakukan.
“Bisa saja kejadian, misalnya tadinya curiga usus buntu, pas dioperasi ternyata ketemunya yang lain, penyakit yang lain,” jelasnya.
Menurut dr. Agung, kondisi lain tersebut dapat berkaitan dengan organ di sekitar usus buntu. Pada pasien perempuan, misalnya, dokter dapat menemukan masalah yang berasal dari organ reproduksi.
Dalam keadaan seperti itu, dokter dapat memutuskan tidak melakukan pengangkatan usus buntu karena sumber masalah yang ditemukan bukan berasal dari organ tersebut.
Usus Buntu Masih Ada, Masih Bisa Meradang
Kondisi inilah yang membuat seseorang bisa merasa pernah menjalani “operasi usus buntu”, padahal organ usus buntunya sebenarnya masih ada.
Jika usus buntu tidak diangkat dalam operasi sebelumnya, organ tersebut tetap memiliki kemungkinan mengalami peradangan di kemudian hari.
“Jadi kalau itu ternyata kondisi yang lain, mungkin tahunya pasien itu sudah operasi usus buntu, ternyata usus buntunya belum dilakukan tindakan karena hal-hal yang lain,” kata dr. Agung.
Karena itu, riwayat operasi sebaiknya tidak hanya didasarkan pada ingatan atau istilah yang digunakan pasien. Informasi mengenai tindakan yang benar-benar dilakukan saat operasi menjadi penting untuk mengetahui apakah usus buntu telah diangkat atau belum.
Kalau Sudah Diangkat, Apakah Bisa Kambuh?
Dr. Agung menegaskan bahwa apabila usus buntu benar-benar sudah diangkat, radang pada usus buntu yang sama seharusnya tidak terjadi lagi.
“Tapi kalau sudah diambil dan benar-benar diambil, ya itu harusnya tidak ada lagi kemungkinan radang usus buntu,” ujarnya.
Dengan demikian, istilah “usus buntu kambuh setelah operasi” perlu dilihat kembali berdasarkan riwayat tindakan sebelumnya.
Jika organ usus buntu memang telah diangkat seluruhnya, keluhan perut yang muncul setelah operasi tidak serta-merta berarti radang usus buntu kembali. Sebaliknya, jika usus buntu ternyata tidak diangkat pada operasi sebelumnya, organ tersebut masih dapat mengalami peradangan.
Untuk memastikan kondisi tersebut, pasien dapat memeriksa kembali catatan atau laporan operasi sebelumnya dan berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami keluhan yang mengarah pada masalah di perut.













































