Wednesday, August 5, 2026
home_banner_first
MEDAN

Museum Perjuangan TNI Medan, Saksi Sejarah Kemerdekaan yang Simpan Ribuan Jejak Perjuangan Bangsa

Mistar.idRabu, 5 Agustus 2026 pukul 20.43 WIB
museum_perjuangan_tni_medan_saksi_sejarah_kemerdekaan_yang_simpan_ribuan_jejak_perjuangan_bangsa

Museum Perjuangan TNI Medan menyimpan berbagai koleksi sejarah perjuangan bangsa dan menjadi salah satu bangunan bersejarah di Kota Medan. (Foto: Deddy/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID – Museum Perjuangan TNI Medan menjadi salah satu bangunan bersejarah yang dimiliki Kota Medan. Museum yang berlokasi di Jalan KH Zainul Arifin No. 8, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, ini menjadi saksi perjalanan sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Sebelum difungsikan sebagai museum, bangunan bercat putih dan hijau tersebut merupakan kantor asuransi milik pemerintah kolonial Belanda yang dibangun pada 1928. Kini, gedung itu menyimpan berbagai koleksi bersejarah yang merekam perjuangan para pahlawan bangsa.

Di dalam museum dipamerkan beragam benda bersejarah, mulai dari senjata api, granat, amunisi, hingga bambu runcing yang pernah digunakan para pejuang melawan penjajah.

Museum ini juga menyimpan bendera Merah Putih yang pertama kali dikibarkan di Lapangan Merdeka Medan pada 4 Oktober 1945 sebagai simbol semangat patriotisme dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Museum Perjuangan TNI Medan terbuka untuk umum setiap Senin hingga Jumat pukul 08.00–15.00 WIB dan tidak memungut biaya masuk.

Kepala Perpustakaan Museum Perjuangan TNI Medan, Lettu Arm Suwaryo, mengatakan museum tersebut diresmikan pada 21 Juni 1971 oleh Panglima Kodam II/Bukit Barisan saat itu, Jenderal TNI (Purn) Leo Lopulisa.

"Bangunan ini dibangun Belanda pada tahun 1928. Setelah Indonesia merdeka, gedung ini kemudian difungsikan menjadi Museum Perjuangan TNI dan diresmikan pada 21 Juni 1971 oleh Panglima Kodam II/BB, Bapak Jenderal Leo Lopulisa," katanya kepada Mistar, Rabu (5/8/2026).

Suwaryo menjelaskan, bangunan tersebut bukan merupakan markas pertempuran, melainkan digunakan sebagai gedung asuransi pada masa kolonial Belanda.

"Bangunan ini dulu dipakai sebagai gedung asuransi Belanda, bukan tempat pertempuran," ujarnya.

Berbagai koleksi yang dipamerkan di museum antara lain foto tokoh pejuang seperti Letjen TNI (Purn) Djamin Ginting dan Brigjen TNI (Purn) Abdul Manaf Lubis, seragam pejuang, senjata, hingga monumen kemenangan perjuangan 27 Desember 1949 yang menandai pengakuan kedaulatan Republik Indonesia oleh Belanda.

"Koleksi di sini merupakan benda-benda yang pernah dipakai dalam perjuangan melawan penjajah, termasuk bendera Merah Putih pertama yang dikibarkan di Lapangan Fukuraido, yang kini dikenal sebagai Lapangan Merdeka Medan," jelasnya.

Selain ruang pamer, museum juga memiliki perpustakaan yang menyediakan berbagai koleksi buku, seperti sejarah, agama, kesehatan, hukum, dan pengetahuan umum.

"Buku-buku di perpustakaan hanya bisa dibaca di tempat dan tidak dipinjamkan," katanya.

Menurut Suwaryo, bangunan museum yang berdiri hingga kini masih mempertahankan bentuk aslinya sejak dibangun pada masa kolonial Belanda. Renovasi yang dilakukan hanya sebatas perawatan tanpa mengubah arsitektur bangunan.

Ia juga mengungkapkan bahwa gedung tersebut sempat dikuasai Jepang pada masa pendudukan, meski belum diketahui fungsi bangunan saat itu. Setelah Indonesia merdeka, gedung ini juga pernah menjadi Kantor Pangdam selama sekitar 10 tahun, sebelum Markas Kodam II/Bukit Barisan dipindahkan ke Jalan Gatot Subroto, Medan.

"Iya, bangunan ini sempat dikuasai Jepang. Setelah Indonesia merdeka, gedung ini juga pernah menjadi Kantor Pangdam sekitar tahun 1959 hingga 1969 sebelum pindah ke Jalan Gatot Subroto," ujarnya.

Suwaryo mengatakan museum cukup ramai dikunjungi masyarakat, terutama kalangan pelajar yang ingin mempelajari sejarah perjuangan bangsa.

"Biasanya ramai dikunjungi anak-anak sekolah. Museum ini didirikan agar generasi muda, masyarakat, dan keluarga dapat memahami nilai patriotisme serta semangat perjuangan para pahlawan dalam mengisi kemerdekaan," tuturnya.

Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, Museum Perjuangan TNI Medan juga telah memasang bendera Merah Putih, umbul-umbul, dan berbagai dekorasi bernuansa kemerdekaan.

"Seperti instansi lainnya, kami memasang bendera Merah Putih dan umbul-umbul sebagai simbol semangat perjuangan. Nantinya juga akan dilaksanakan upacara di sini," pungkasnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN