Monday, July 20, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Presiden Prabowo Pastikan Keluar BoP Jika Tidak Bermanfaat Bagi Kemerdekaan Palestina

Mistar.idJumat, 6 Maret 2026 pukul 09.25 WIB
presiden_prabowo_pastikan_keluar_bop_jika_tidak_bermanfaat_bagi_kemerdekaan_palestina

Prabowo Subianto. (Foto: portal.medan.go.id)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Presiden RI Prabowo Subianto disebut siap mundur dari keanggotaan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) apabila posisinya di forum tersebut tidak memberikan manfaat bagi perjuangan kemerdekaan Palestina.

Hal itu disampaikan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Cholil usai bertemu Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026) malam.

"Janjinya kalau memang tidak bermanfaat di BoP, maka (presiden) akan mundur," kata Cholil.

Menurutnya, Prabowo menegaskan seluruh langkah yang diambil bertujuan untuk mendukung perjuangan Palestina. Ia menilai sikap Indonesia terhadap isu Palestina sudah jelas dan tidak berubah.

"Kalau tidak untuk kepentingan Palestina, maka dia akan mundur," ujarnya.

Cholil menambahkan, pernyataan tersebut sebenarnya bukan hal baru. Seusai pertemuan dengan Prabowo di Istana pada 3 Februari 2026 lalu, ia juga sempat menyampaikan hal serupa kepada publik.

Sementara itu, Sekretaris Majelis Syuro Front Persaudaraan Islam (FPI) Muhammad Hanif Alatas mengaku turut menyampaikan surat dari Rizieq Shihab kepada Prabowo terkait isu Palestina.

Menurut Hanif, isi surat tersebut pada intinya meminta Indonesia segera menarik diri dari keanggotaan BoP. Ia mengaku tidak meragukan niat Prabowo, namun menyatakan ketidakpercayaannya terhadap Amerika Serikat dan Israel.

"Nabi-nabi saja, para Rasul saja dikhianati oleh Israel, apalagi cuman kita manusia biasa," kata Hanif usai pertemuan dengan Prabowo.

Hanif menyebut Prabowo juga menyatakan kesiapannya keluar dari BoP jika keberadaannya dianggap tidak lagi sejalan dengan upaya memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

"Pernyataannya seperti itu. Tapi kita tetap enggak perlu nunggu itu, dari sekarang aja, orang udah terbukti kok Amerika dari dulu nggak bisa dipercaya," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Hanif juga menyampaikan pesan lain dari Rizieq Shihab yang meminta Prabowo menyampaikan secara langsung belasungkawa atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Ia menilai Iran merupakan negara sahabat Indonesia yang saat ini membutuhkan dukungan setelah mendapat serangan dari Israel dan Amerika Serikat.

"Kita minta Presiden jangan hanya mengutus Menteri Luar Negeri untuk menyampaikan belasungkawa, tapi kita minta supaya Presiden sampaikan belasungkawa secara terbuka. Karena bagaimanapun negara sahabat, negara sahabat. Ya jadi dan kita kira Iran butuh didukung dalam hal membela kedaulatannya," ucapnya.

Belakangan, keanggotaan Indonesia di BoP kembali menjadi sorotan di tengah meningkatnya ketegangan setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Serangan tersebut dinilai sebagian pihak tidak sejalan dengan semangat pembentukan BoP yang juga melibatkan Amerika Serikat. Apalagi operasi militer itu dilakukan saat proses negosiasi nuklir antara AS dan Iran masih berlangsung di Jenewa, Swiss.

Amerika Serikat dan Israel diketahui melancarkan serangan bersama pada 28 Februari lalu. Dalam operasi itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan gugur. Iran mengonfirmasi kabar tersebut sehari setelah serangan terjadi. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN