Hindari Tiga Jenis Alas Kaki Ini Saat Naik Pesawat

Ilustrasi. (foto: iStockphoto/mistar)
Jakarta, MISTAR.ID – Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang lebih memperhatikan pakaian yang dikenakan dibandingkan alas kaki. Padahal, pemilihan sepatu atau sandal yang tepat juga berperan penting dalam menjaga kenyamanan dan mengurangi risiko cedera selama perjalanan.
Perjalanan udara tidak hanya dihabiskan di dalam kabin. Penumpang biasanya harus berjalan cukup jauh di bandara, mengantre saat pemeriksaan keamanan dan boarding, hingga membawa barang bawaan. Karena itu, alas kaki yang nyaman dan aman menjadi salah satu faktor penting.
Mengutip Travel and Leisure, Minggu (19/7/2026), dokter spesialis kaki Jeffrey Hurless mengatakan banyak orang hanya memikirkan kenyamanan saat duduk di pesawat, padahal aktivitas sebelum naik pesawat juga perlu diperhatikan.
"Memilih alas kaki yang tepat dapat membantu mencegah cedera sekaligus membuat perjalanan terasa lebih nyaman," ujarnya.
Sementara itu, dokter bedah kaki dr. Miguel Cunha menyarankan agar penumpang menghindari tiga jenis alas kaki berikut saat bepergian dengan pesawat.
1. Sandal karet
Sandal berbahan karet memang ringan dan praktis, tetapi umumnya tidak memberikan stabilitas sebaik sepatu olahraga atau sepatu jalan.
Menurut Cunha, model yang terbuka membuat kaki lebih mudah terbentur atau tertimpa barang bawaan. Selain itu, bentuknya yang longgar meningkatkan risiko kaki bergeser saat berjalan sehingga lebih mudah tersandung atau mengalami keseleo.
2. Sandal jepit
Meski menjadi pilihan favorit untuk liburan, sandal jepit dinilai kurang mampu menopang kaki dan meredam benturan.
Cunha mengungkapkan pernah menangani pasien yang mengalami cedera setelah koper kabin jatuh mengenai kaki yang hanya dilindungi sandal jepit. Selain itu, penggunaan sandal jepit dalam waktu lama membuat jari kaki terus mencengkeram alas saat berjalan, sehingga dapat memicu kelelahan otot, nyeri pada telapak kaki, hingga peradangan tendon.
3. Sepatu hak tinggi
Sepatu hak tinggi maupun sepatu yang sempit juga tidak disarankan, terutama untuk penerbangan berdurasi panjang.
Jenis alas kaki ini memberi tekanan lebih besar pada bagian depan kaki dan mengurangi keseimbangan saat berjalan. Kondisi tersebut bisa semakin tidak nyaman karena kaki cenderung membengkak akibat duduk terlalu lama dan perubahan tekanan udara di dalam kabin.
Sebagai pilihan yang lebih aman, para ahli merekomendasikan menggunakan sepatu tertutup yang mampu menopang kaki dengan baik serta memiliki ruang jari yang cukup longgar agar tetap nyaman meski terjadi pembengkakan selama penerbangan.






















