Wednesday, August 5, 2026
home_banner_first
MEDAN

BPS: Angkatan Kerja di Sumut Naik Jadi 8,16 Juta Orang, Pengangguran Bertambah 3 Ribu

Mistar.idRabu, 5 Agustus 2026 pukul 20.16 WIB
bps_angkatan_kerja_di_sumut_naik_jadi_816_juta_orang_pengangguran_bertambah_3_ribu

Kepala BPS Sumut, Asim Saputra. (Foto: amita/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut) mencatat jumlah angkatan kerja di provinsi ini mencapai 8,162 juta orang pada Mei 2026 atau bertambah 28 ribu orang dibandingkan Februari 2026.

Kepala BPS Sumut, Asim Saputra, mengatakan dari total angkatan kerja tersebut, sebanyak 7,752 juta orang merupakan penduduk yang bekerja atau naik 25 ribu orang. Sementara itu, jumlah pengangguran mencapai 411 ribu orang atau bertambah 3 ribu orang dibandingkan periode sebelumnya.

Meski jumlah angkatan kerja meningkat, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) justru turun 0,02 persen poin menjadi 69,26 persen.

"Uniknya, TPAK perempuan naik 0,19 persen poin menjadi 54,88 persen, sementara TPAK laki-laki turun 0,24 persen poin menjadi 83,72 persen," kata Asim, Rabu (5/8/2026).

BPS juga mencatat sebanyak 4,502 juta orang atau 58,08 persen dari total pekerja berada di sektor informal. Sementara pekerja di sektor formal, seperti buruh, karyawan, dan pegawai, berjumlah 3,249 juta orang atau 41,92 persen dari total pekerja. Persentase pekerja formal turun 0,17 persen poin dibandingkan Februari 2026.

Dari sisi kualitas tenaga kerja, lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) mendominasi pasar kerja di Sumut dengan porsi 32,40 persen. Sementara lulusan pendidikan tinggi, mulai Diploma IV hingga S3, menyumbang 11,72 persen dari total penduduk yang bekerja.

"Berdasarkan lapangan pekerjaan utama, struktur tenaga kerja di Sumut belum mengalami pergeseran. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tetap menjadi penyerap tenaga kerja terbesar," ujarnya.

Tiga sektor dengan daya serap tenaga kerja tertinggi di Sumut yakni sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 27,81 persen, perdagangan besar dan eceran 20,48 persen, serta industri pengolahan 10,14 persen.

Meski sektor pertanian masih mendominasi, penambahan pekerja baru terbanyak pada periode Februari hingga Mei 2026 justru terjadi di sektor perdagangan besar dan eceran yang bertambah 7,64 ribu orang, disusul sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang meningkat 4,89 ribu orang. Sebaliknya, sektor pertambangan dan penggalian mengalami penurunan sebanyak 1,53 ribu pekerja.

Asim juga menyoroti adanya perubahan pola jam kerja masyarakat di Sumut. Persentase pekerja penuh waktu, yakni yang bekerja minimal 35 jam per minggu, turun 1,69 persen poin menjadi 66,13 persen.

Sebaliknya, jumlah pekerja tidak penuh waktu mengalami peningkatan. Kategori setengah pengangguran, yakni mereka yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu namun masih mencari atau bersedia menerima pekerjaan lain, naik 2,12 persen poin menjadi 8,96 persen.

"Artinya, dari setiap 100 orang yang bekerja di Sumut saat ini, terdapat sekitar sembilan orang yang berstatus sebagai setengah pengangguran," tuturnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN