Diet Vegan Sebulan Bisa Perlambat Penuaan? Ini Temuan Studi

Ilustrasi pola makan vegan. Penelitian menemukan diet vegan selama empat minggu memicu perubahan DNA yang berkaitan dengan peradangan lebih rendah dan penuaan lebih lambat. (foto: getty images via daily mail)
London, MISTAR.ID - Menjalani pola makan vegan selama satu bulan ternyata sudah dapat memicu perubahan pada DNA. Studi terbaru menemukan perubahan tersebut berkaitan dengan peradangan lebih rendah dan perlambatan penuaan biologis.
Vegan berbeda dengan vegetarian. Vegetarian umumnya masih mengonsumsi produk hewani seperti telur dan susu, sedangkan vegan sepenuhnya menghindari produk hewani, termasuk daging, ikan, telur, susu, dan produk turunannya.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal MedComm itu melibatkan 48 orang dewasa yang secara acak menjalani diet vegan atau pola makan kaya daging selama empat minggu. Kedua kelompok mendapat asupan kalori hampir sama untuk mengurangi pengaruh penurunan berat badan terhadap hasil penelitian.
Sampel darah peserta diperiksa sebelum dan setelah penelitian. Para ilmuwan menganalisis lebih dari 800.000 titik pada genom untuk melihat proses metilasi DNA, mekanisme yang dapat memengaruhi aktif atau tidaknya suatu gen.
Hasilnya, kelompok vegan menunjukkan lebih sedikit sel yang mendorong peradangan. Aktivitas gen yang berkaitan dengan sejumlah jalur kanker juga menurun, sementara aktivitas gen yang berhubungan dengan kolesterol, respons insulin, dan perbaikan DNA menunjukkan perubahan positif.
Peneliti juga menggunakan "jam biologis" berbasis DNA untuk mengukur kecepatan penuaan tubuh. Setelah empat minggu, kelompok vegan menunjukkan tanda-tanda perlambatan pada sejumlah indikator usia biologis.
"Penelitian kami menambah bukti bahwa nutrisi dapat membentuk proses biologis pada tingkat molekuler," kata salah satu penulis senior penelitian, Dr Max Storz, dikutip dari Daily Mail.
Namun, para peneliti menegaskan temuan tersebut belum membuktikan diet vegan dapat memperpanjang umur. Jumlah peserta relatif kecil dan perubahan genetik yang ditemukan juga terbatas. Penelitian lebih besar dan berjangka panjang diperlukan untuk mengetahui apakah perubahan tersebut benar-benar menurunkan risiko penyakit.
Pola makan vegan juga berisiko menyebabkan kekurangan nutrisi tertentu, terutama vitamin B12 yang secara alami banyak terdapat pada daging, ikan, susu, dan telur. Karena itu, orang yang menjalani diet vegan perlu memastikan kebutuhan vitamin B12 tetap terpenuhi. (*)
























