Diet Ngawur Bikin Drop! Dokter Bongkar 2 Kesalahan Fatal saat Turunkan Berat Badan

Teks Foto: Ilustrasi, niat diet malah sekarat.(foto:helosehat)
Jakarta, MISTAR.ID (15/8/2026) - Niatnya mau sehat dan kurus, tapi caranya salah. Bukannya bugar, badan malah lemas bahkan berisiko sakit.
Spesialis gizi klinis RS Brawijaya, dr. Prinindita Artiara Dewi, SpGK, bilang banyak orang masih kejebak dua kesalahan besar saat menurunkan berat badan. Diet ekstrem dan minum obat pelangsing sembarangan.
Hal itu ia sampaikan dalam agenda Health Corner bertajuk 'Kelola Obesitas Secara Aman, Waspada Produk Obat Abal-abal' pada Jumat (14/8/2026).
Kesalahan paling umum adalah memangkas asupan makanan terlalu drastis. Contohnya hanya makan sekali sehari, atau menghindari satu kelompok makanan sepenuhnya.
"Misalnya satu kali makan sehari, atau tidak mau makan karbohidrat sama sekali. Maunya hanya protein saja," ujar dr. Prinindita.
Padahal tubuh tetap butuh asupan lengkap. Karbohidrat sebagai sumber energi utama,protein sebagai zat pembangun tubuh, lemak sehat, serat, sayur dan buah penunjang fungsi organ.
Kalau salah satunya dihilangkan total, metabolisme bisa terganggu dan badan justru drop.
Kesalahan kedua, beli obat penurun berat badan tanpa cek izin BPOM.
dr. Prinindita mencontohkan ada jenis obat yang sudah ditarik dari peredaran sejak 2010 karena berbahaya. Tapi nyatanya masih ditemukan dijual bebas, bahkan online.
"Efeknya berbahaya sekali. Bisa meningkatkan risiko penyakit jantung sampai 16 persen. Karena risikonya lebih besar dari manfaatnya, akhirnya obat itu ditarik," jelasnya.
Ia mengingatkan, jangan tergiur iklan "turun 10 kg dalam seminggu" di media sosial. Obat-obatan seperti ini bisa memicu komplikasi serius.
Cara Aman Turunkan Berat Badan
Kuncinya bukan cepat, tapi konsisten dan seimbang. Pastikan pola makan tetap mengandung karbohidrat, protein, lemak baik, serat, sayur dan buah. Hindari obat yang tidak jelas izin edarnya.
Kalau ragu, konsultasi dulu ke dokter gizi atau fasilitas kesehatan terdekat biar penanganannya tepat dan aman.(Detikcom/hm02)

























