Monday, September 21, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Buah Matang Lebih Manis, Benarkah Kandungan Gulanya Lebih Tinggi?

Mistar.idSenin, 21 September 2026 pukul 06.00 WIB
buah_matang_lebih_manis_benarkah_kandungan_gulanya_lebih_tinggi

Buah-buahan. (Foto: Unplash)

news_banner

Bandung, MISTAR.ID – Buah yang sudah matang banyak dipilih karena rasanya lebih manis. Kondisi ini terjadi karena kandungan gula pada buah matang lebih tinggi dibandingkan buah yang masih mengkal.

Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, Prof Antonius Suwanto, menjelaskan pada buah mengkal, karbohidrat masih banyak berupa pati resisten yang lebih lambat dicerna tubuh.

"Selama proses pematangan, pati kompleks di dalam buah akan berubah menjadi gula sederhana, seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa. Makanya, makin matang buahnya, makin tinggi juga kandungan gulanya dan rasanya jadi semakin manis," ujarnya dalam program Perspektif yang tayang di YouTube IPB TV.

Meski kandungan gulanya lebih tinggi, buah matang tetap bermanfaat karena mengandung vitamin dan antioksidan. Karena itu, pilihan mengonsumsi buah mengkal atau matang dapat disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi dan kondisi kesehatan masing-masing.

Pada sejumlah jenis buah, masyarakat justru memilih tingkat kematangan tertentu untuk dikonsumsi. Antonius mencontohkan durian yang kulitnya masih keras, tetapi daging buahnya sudah lembut. Kandungan gula pada durian tersebut relatif lebih rendah dibandingkan buah yang sudah benar-benar matang.

Menurut Antonius, buah mengkal bisa menjadi pilihan bagi orang yang perlu membatasi asupan gula karena kadar fruktosanya lebih rendah. Buah tersebut tetap mengandung mineral, vitamin, dan serat yang bermanfaat bagi tubuh.

Namun, ia mengingatkan bahwa jumlah buah yang dikonsumsi lebih penting daripada hanya memperhatikan tingkat kematangannya.

"Kalau makan buah yang masak tetapi jumlahnya tidak terlalu banyak, mungkin masih oke dibandingkan makan buah yang setengah matang, tetapi jumlahnya banyak," jelasnya.

Antonius menambahkan, buah mengkal maupun matang sama-sama bermanfaat bagi kesehatan jika dikonsumsi secara bijak. Ia juga menganjurkan buah dikonsumsi dalam bentuk utuh agar serat alaminya tetap terjaga.

Serat alami, kata Antonius, menjadi makanan bagi bakteri baik di usus besar. Bakteri tersebut membantu menjaga sistem imun sekaligus menghasilkan berbagai senyawa, termasuk vitamin dan hormon, yang berpengaruh terhadap kesehatan tubuh secara menyeluruh, termasuk kesehatan mental.

"Kalau konsumsi buah, sebaiknya buah yang utuh karena buah utuh mengandung serat. Dua-duanya, baik buah mengkal maupun matang, tetap jauh lebih baik daripada ngemil junk food," ujarnya. (ipb)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN