Thursday, November 5, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Trump Tumbang! Harga Minyak Anjlok 8%, Indonesia Siap-siap Dapat Kabar Gembira Hari Ini?

Mistar.idKamis, 5 November 2026 pukul 14.51 WIB
trump_tumbang_harga_minyak_anjlok_8_indonesia_siapsiap_dapat_kabar_gembira_hari_ini_

Ilustrasi, IHSG bangkit namun rupiah melemah. Kamis (5/11/2026), pasar diharapkan kompak menguat ditopang sentimen global dan domestik. (Foto ilustrasi: maris/meta/mistar.id)

Jakarta, MISTAR.ID (5/11/2026) — Pasar keuangan Indonesia berakhir beragam pada Rabu (4/11/2026). IHSG bangkit, rupiah melemah. Namun, pada hari ini, Kamis (5/11/2026), pasar diharapkan kompak menguat ditopang sentimen global dan domestik.

IHSG Bangkit, Rupiah Masih Tertekan

IHSG ditutup menguat 15,48 poin atau 0,32% ke 4.919,77, setelah sehari sebelumnya anjlok 3,78% ke 4.904,29. Indeks sempat menyentuh titik terendah harian 4.824,36 di awal perdagangan, lalu berbalik menguat setelah pukul 14.00 WIB dan ditutup mendekati level tertinggi harian. Volume perdagangan 26,66 miliar saham senilai Rp10,77 triliun. Sebanyak 190 saham menguat, 439 melemah, 88 stagnan. Asing mencatat beli bersih Rp257,94 miliar.

Rupiah justru melemah 0,11% ke Rp18.155/US$, dari Rp18.135/US$ sehari sebelumnya, dengan rentang Rp18.100-Rp18.180/US$. Padahal, indeks dolar AS (DXY) turun 0,45% ke 101,405 pada pukul 15.00 WIB.

Gubernur Bank Indonesia (Plt.) Destry Damayanti menyebut pelemahan rupiah dipengaruhi eskalasi konflik geopolitik Timur Tengah, pengetatan kebijakan moneter AS, dan sentimen investor global terhadap aset negara berkembang. Rupiah sempat menguat ke kisaran Rp17.800/US$ pada akhir September 2026, sebelum kembali tertekan sepanjang Oktober hingga awal November.

Yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun naik 3,2 bps ke 7,739%, dari 7,707%, menandakan harga obligasi tertekan.

Wall Street Pesta Setelah Demokrat Menang Telak

Wall Street melonjak tajam. Kemenangan telak Partai Demokrat dalam pemilu paruh waktu AS dan sikap Presiden Donald Trump yang menerima hasil pemilu meredakan ketidakpastian politik.

Demokrat merebut mayoritas DPR dan Senat, serta sejumlah kursi gubernur strategis, termasuk di Texas. Kemenangan ini membuka peluang kebuntuan politik di Washington selama dua tahun ke depan, yang secara historis justru disukai pasar.

Dow Jones melonjak 1.569,40 poin atau 3,03% ke 53.356,12. Kenaikan ini menjadi yang terbesar sejak 9 April 2025, ketika Trump mengumumkan penangguhan tarif resiprokal selama 90 hari. S&P 500 menguat 1,58% ke 7.688,62, Nasdaq naik 1,44% ke 25.736,51. Saham Walmart naik 3%, Bank of America naik sekitar 4%.

Sebaliknya, saham yang terkait pusat data tertekan. Setelah kandidat Demokrat memenangi pemilihan gubernur Texas dan berjanji moratorium pembangunan pusat data, saham CoreWeave melemah dan Nvidia terkoreksi sekitar 3%.

“Pasar menyukai kebuntuan politik. Mereka tidak menyukai satu partai yang memiliki kekuasaan terlalu besar,” kata Andrew Slimmon dari Morgan Stanley Investment Management.

Pemimpin Demokrat di DPR, Hakeem Jeffries, menegaskan partainya akan memprioritaskan biaya hidup dan mengawasi pemerintahan Trump. “Kami tidak bekerja untuk Donald Trump. Kami bekerja untuk rakyat Amerika. Era ketika DPR menjadi perpanjangan tangan pemerintahan Trump telah berakhir,” ujarnya, dikutip dari Reuters.

Harga Minyak Anjlok Lebih dari 8%

Harga minyak anjlok lebih dari 8% ke level terendah dalam lebih dari dua bulan. Brent anjlok 8,7% ke US$94,62 per barel, WTI merosot 8,3% ke US$88,12 per barel, terendah sejak 31 Agustus.

Investor menilai kekalahan Partai Republik memperbesar tekanan agar Trump mengakhiri perang AS-Israel melawan Iran. Wapres JD Vance menyebut perang Iran sebagai penyebab utama kekalahan partainya. Trump pun mengakui perang tersebut berkontribusi terhadap hasil buruk itu.

Sentimen juga didorong pernyataan Trump bahwa AS tidak memiliki rencana segera menyerang Iran, serta upaya mediasi Qatar. Namun, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menegaskan permusuhan AS terhadap Teheran akan terus berlanjut.

Dari sisi pasokan, ekspor minyak mentah dan produk olahan negara-negara Teluk turun menjadi 17,1 juta barel per hari pada Oktober, dari 18,9 juta barel per hari pada September.

10 Sentimen Penting Hari Ini

1. Pemilu AS: Demokrat merebut Senat dan DPR, serta memenangi kursi Senat Texas pertama sejak 1988 dan kursi Senat Kansas pertama sejak 1932. Keisha Lance Bottoms menjadi perempuan kulit hitam pertama yang terpilih sebagai Gubernur Georgia, Deb Haaland menjadi perempuan penduduk asli Amerika pertama yang memenangi jabatan Gubernur New Mexico. Setelah dilantik Januari 2027, Demokrat diperkirakan akan menyelidiki pemerintahan Trump, menghambat legislasi, dan memblokir calon pejabat presiden.

2. Defisit Perdagangan AS Menyusut: Defisit September menyusut menjadi US$105 miliar, dari US$105,7 miliar pada Agustus, di bawah perkiraan pasar US$108 miliar. Ekspor naik 1,9% menjadi US$321,5 miliar, tertinggi dalam lima bulan, ditopang komputer, kedelai, minyak mentah, dan farmasi. Impor naik 1,2% menjadi rekor US$426,6 miliar. Defisit terbesar dengan Meksiko US$28,7 miliar, Vietnam US$25,3 miliar, Taiwan US$21,9 miliar, China US$17,9 miliar, Uni Eropa US$14,2 miliar, dan Korea Selatan US$12,8 miliar.

3. Tenaga Kerja AS: Sektor swasta menambah 86.000 pekerjaan pada Oktober, melampaui ekspektasi 69.000. Penyerapan terbesar dari perdagangan, transportasi, dan utilitas 39.000 pekerjaan, pendidikan dan kesehatan 28.000, rekreasi dan perhotelan 19.000. Jasa profesional dan bisnis justru kehilangan 27.000 pekerjaan.

4. Jasa AS Melandai: ISM Services PMI turun menjadi 54,5 pada Oktober, dari 54,9 pada September, terendah dalam tiga bulan. Aktivitas bisnis turun menjadi 53,8, pesanan baru menjadi 55,9. Ketua ISM Steve Miller menyebut tarif impor dan biaya bahan bakar masih menjadi persoalan utama rantai pasok.

5. Minyak Jatuh: Sudah dijelaskan di atas. Penurunan minyak menjadi katalis utama reli Wall Street.

6. OJK: Sebanyak 25 perusahaan antre IPO. Penghimpunan dana pasar modal hingga 28 Oktober mencapai Rp202,04 triliun (ytd), didominasi EBUS Rp150,43 triliun. Jumlah SID mencapai 33,36 juta per 26 Oktober, naik 63,94% ytd. Sebanyak 73,54% emiten membukukan laba pada semester I-2026.

7. BPJS Kesehatan: Pemerintah menyiapkan perluasan PBI-JK untuk 188 juta penduduk, dengan kebutuhan anggaran Rp94,78 triliun per tahun, asumsi iuran Rp42.000 per orang per bulan. Rinciannya: desil 1-4 Rp52,49 triliun untuk 104,15 juta jiwa ditanggung APBN, desil 5-6 Rp23,22 triliun untuk 46,06 juta jiwa ditanggung APBD kabupaten/kota, desil 7-8 Rp19,07 triliun untuk 37,84 juta jiwa ditanggung APBD provinsi. Komposisi 55% APBN, 25% APBD kabupaten/kota, 20% APBD provinsi. Saat ini PBI mencakup 156,8 juta jiwa. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan skema ini masih tahap simulasi, belum final.

8. PDB Kuartal III-2026: BPS merilis data pada Kamis (5/11/2026) pukul 11.00 WIB. Konsensus 15 lembaga memproyeksikan pertumbuhan 5,20% yoy dan 1,33% qtq, melambat dari 5,61% pada kuartal I dan 5,29% pada kuartal II, tetapi masih di atas 5,04% pada kuartal III-2025. Konsumsi tumbuh 5,06% pada kuartal II, inflasi September 3,28%, surplus neraca perdagangan kuartal III US$7,03 miliar, ekspor September tumbuh 11,87% menjadi US$27,59 miliar, impor tumbuh 18,41% menjadi US$24,23 miliar. Belanja barang pemerintah melonjak 66,9%, termasuk MBG, stimulus Rp26,34 triliun. Investasi kuartal III mencapai Rp528,7 triliun, tumbuh 7,6% yoy, menyerap 745.634 tenaga kerja. PMI manufaktur September naik menjadi 52,4.

9. Rapat DK OJK: OJK menggelar konferensi pers kondisi sektor keuangan terkini. Pasar menanti kebijakan baru untuk membangkitkan pasar modal.

10. PPI Zona Euro: PPI September dirilis Kamis (5/11/2026) pukul 17.00 WIB. PPI Agustus naik 8,2% yoy, tertinggi sejak Februari 2023, dari 5,8% pada Juli. (CNBC Indonesia/hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN