Thursday, November 5, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Ada Apa di Thailand? Warga Diminta Ikut 33 Negara Siapkan Tas Darurat hadapi Bencana Global

Mistar.idKamis, 5 November 2026 pukul 14.02 WIB
ada_apa_di_thailand_warga_diminta_ikut_33_negara_siapkan_tas_darurat_hadapi_bencana_global_

Ilustrasi, negara-negara yang menimbun pangan untuk siaga darurat, gudang penuh beras, mie instan, dan air mineral. (Foto ilustrasi: maris/meta/mistar.id)

Jakarta, MISTAR.ID (5/11/2026) — Ada gerakan serentak di banyak negara dunia. Sebanyak 33 negara kini mendesak warganya untuk siaga menghadapi keadaan darurat global. Thailand menjadi negara terbaru yang ikut dalam gerakan itu.

Mengutip Newsweek, kesiapsiagaan ini terkait potensi perang, cuaca ekstrem, hingga ancaman keamanan siber yang bisa terjadi kapan saja.

Mengutip laman The Nation yang dilansir CNBC Indonesia Kamis (5/11/2026), sejak Senin (2/11/2026), Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana (DDPM) Thailand sudah mengimbau setiap rumah tangga untuk menyiapkan tas darurat berisi kebutuhan pokok untuk 72 jam.

Dalam pernyataannya, Direktur Jenderal DDPM, Nirat Pongsitthaworn, menyatakan bahwa imbauan ini merupakan bagian dari kampanye jangka panjang departemennya untuk mengurangi risiko bencana dan mendorong kesiapsiagaan tanpa menimbulkan kepanikan.

Nirat menjelaskan, beberapa negara telah menyarankan penduduknya menyimpan persediaan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya untuk tiga hari akibat konflik di Timur Tengah.

Meskipun Thailand tidak termasuk negara yang secara khusus disarankan untuk bersiap menghadapi situasi tersebut, ia menegaskan tas darurat tetap menjadi langkah pencegahan dasar untuk berbagai jenis keadaan darurat.

Kenapa Harus 72 Jam?

DDPM menyebutkan, 72 jam adalah tolok ukur internasional untuk kesiapsiagaan darurat.

Menurut departemen tersebut, tiga hari pertama setelah bencana merupakan periode kritis ketika setiap rumah tangga mungkin perlu memenuhi kebutuhan mereka sendiri sementara lembaga pemerintah mengorganisasi dan mendistribusikan bantuan.

DDPM menyatakan, ketersediaan air, makanan, dan perlengkapan yang memadai dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan dasar mereka sembari menunggu bantuan tiba.

“Tas darurat dapat berguna saat terjadi banjir bandang, aliran air tiba-tiba dari dataran yang lebih tinggi, tanah longsor, gempa bumi, dan wabah penyakit, serta kebakaran, kerusuhan, sabotase, dan situasi darurat lainnya,” katanya.

Ini 6 Isi Tas Darurat Wajib Menurut Thailand

Secara rinci, DDPM merekomendasikan menyiapkan enam kategori perbekalan sebagai berikut:

1. Obat-obatan dan perbekalan kesehatan

Kotak P3K, obat-obatan dasar rumah tangga, obat-obatan pribadi, dan rekam medis.

2. Makanan dan air minum

Tiga liter air minum per orang per hari, makanan siap saji, dan camilan energi. Rumah tangga yang memiliki anak kecil, lanjut usia, atau orang sakit harus menyediakan makanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

3. Peralatan dan alat komunikasi

Telepon seluler, power bank, senter, baterai cadangan, dan radio untuk menerima berita jika layanan internet terganggu. Barang lainnya termasuk peluit untuk memberi isyarat bantuan, lilin, korek api, buku catatan, pena, pisau saku, gunting, tali, dan selotip.

4. Dokumen dan uang tunai

Dokumen penting dan salinannya disimpan dalam kantong tahan air, termasuk kartu identitas, dokumen pendaftaran rumah, kartu asuransi kesehatan, SIM, buku tabungan bank, dan akta kepemilikan tanah. Kunci cadangan dan uang tunai juga harus disiapkan jika layanan keuangan daring tidak tersedia.

5. Perlengkapan kebersihan pribadi

Tisu, sikat gigi, pasta gigi, perlengkapan mandi, dan kantong sampah.

6. Pakaian dan perlengkapan tidur

Pakaian cadangan, jas hujan, topi, selimut, atau kantong tidur secukupnya untuk periode darurat awal.

Tas Harus Siap Dibawa Kapan Saja

“Tas darurat harus siap dibawa saat melakukan evakuasi,” kata Nirat lagi.

“Setiap rumah tangga harus memiliki tas darurat sehingga jika terjadi keadaan darurat, baik bencana alam, perang siber, atau konflik internasional, mereka dapat segera membawanya saat mengevakuasi daerah yang berisiko,” tambahnya.

Nirat merekomendasikan untuk memilih tas yang ringan dan tahan air serta menyimpannya di tempat yang mudah dijangkau. Rumah tangga harus secara teratur memeriksa apakah peralatan berfungsi dan persediaan masih dalam tanggal kedaluwarsa.

DDPM mengatakan persiapan yang lebih luas akan mencakup peralatan tanggap bencana, personel tanggap krisis, dan peringatan dini melalui sistem Siaran Seluler dan saluran lainnya. Departemen ini juga mempersiapkan tanggap darurat dan pengaturan bantuan yang disesuaikan dengan situasi yang berbeda.

DDPM mengatakan pihaknya siap mengoordinasikan rencana darurat dengan lembaga pemerintah lainnya untuk mendukung keselamatan masyarakat dan memberikan bantuan selama keadaan darurat. (cnbc/hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN