Thursday, November 5, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Eropa Geger! Kulkas Supermarket 8 Negara Diretas, Suhu Naik, Makanan Dibuang Massal!

Mistar.idKamis, 5 November 2026 pukul 13.37 WIB
eropa_geger_kulkas_supermarket_8_negara_diretas_suhu_naik_makanan_dibuang_massal_

Ilustrasi, kulkas supermarket di Eropa yang diretas. (Foto ilustrasi: maris/meta/mistar.id)

Jakarta, MISTAR.ID (5/11/2026) — Ada yang tidak beres di supermarket Eropa. Bukan pencuri, bukan kebakaran, melainkan peretas yang mengutak-atik kulkas dari jarak jauh.

Akibatnya, suhu lemari pendingin dan freezer melonjak. Berton-ton makanan harus dibuang karena sudah tidak layak jual. Insiden ini merupakan serangan kedua setelah puluhan supermarket di Prancis lumpuh tiga pekan lalu.

Dilansir Reuters, Senin waktu setempat, toko-toko di delapan negara Eropa terpaksa membuang makanan dalam jumlah besar pada Senin. Para peretas diduga menyasar sistem kendali pendingin jarak jauh yang masih menggunakan teknologi lama.

Berikut negara-negara yang terdampak, dirangkum CNBC Indonesia, Rabu (4/11/2026):

1. Italia — Diserang Subuh Hari

Di Italia, sedikitnya empat supermarket Coop di Sisilia dan satu usaha di Tuscany terdampak. Badan keamanan siber nasional Italia pun menggelar pertemuan darurat dengan badan intelijen.

“Serangan terjadi pada pukul 04.00 pagi,” kata Kepala Radenza Group, Giuseppe Spadaro, yang mengelola supermarket bermerek Coop, kepada kantor berita Italia ANSA.

“Serangan tersebut menargetkan sistem kendali jarak jauh kami untuk bagian makanan beku dan kini telah berhasil diatasi,” tambahnya.

2. Belgia — Paling Parah

Belgia menjadi negara yang paling parah terdampak. Puluhan toko dari sejumlah jaringan supermarket melaporkan kegagalan sistem pendingin.

“Ini adalah serangan siber, tidak ada alasan lain,” kata juru bicara Carrefour Belgia, Mich Vergauwen, yang melaporkan gangguan di sekitar 15 dari total 700 tokonya.

Gerai Ikea di Mons juga mengalami serangan yang menyebabkan suhu freezer meningkat. Perusahaan pendingin Belgia, Sabcobel, mengaku telah mulai mengamankan instalasi sistemnya setelah serangan Oktober di Prancis. Namun, sejumlah sistem belum selesai diperbarui dan ikut terdampak pada Senin (2/11/2026) waktu setempat.

Delhaize, Colruyt, dan Intermarche juga melaporkan masalah sistem pendingin di sejumlah toko mereka di Belgia. Sementara itu, empat gerai Delhaize di Luksemburg turut terdampak.

3. Irlandia — 13 Toko Kena

Di Irlandia, peritel Musgrave mengatakan 13 toko Supervalu terdampak insiden siber. Sejumlah kecil toko kelontongnya di Belanda juga mengalami gangguan.

4. Portugal — Sasar Penyedia Layanan

Di Portugal, kelompok Mosqueteiros mengonfirmasi kepada AFP adanya insiden di tujuh toko Intermarché yang terkait dengan serangan siber. Serangan tersebut diduga menargetkan penyedia layanan eksternal yang bertanggung jawab mengelola sistem pendingin.

5. Swedia — Masih Pakai 4G

Di Swedia, Coop mengonfirmasi enam dari sekitar 800 tokonya menjadi sasaran serangan. Coop mencatat toko-toko yang terdampak masih terhubung dengan jaringan seluler 4G, bukan sistem 5G yang telah diperbarui.

“Kami dapat memastikan bahwa ini merupakan insiden siber. Masalahnya kini telah diatasi dan kulkas serta freezer sudah berfungsi normal,” kata juru bicara Carlos Cancino kepada AFP.

Jaringan supermarket Swedia lainnya, Ica, juga mengatakan sejumlah kecil tokonya mengalami masalah sistem pendingin, meskipun tidak mengonfirmasi adanya serangan siber.

Menurut juru bicara Ica, Helena Johansson, seluruh toko yang terdampak terhubung dengan sistem kendali pendingin eksternal yang disediakan produsen asal Denmark, Danfoss. Pemasok yang sama juga menjadi sasaran dalam serangan siber terhadap peritel Prancis pada 12 Oktober.

Johansson mengarahkan seluruh pertanyaan kepada Danfoss. Namun, perusahaan tersebut belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar wartawan.

6. Finlandia — Masih Diselidiki

Di Finlandia, suhu tidak normal terdeteksi di sejumlah kecil toko bahan makanan berukuran lebih kecil milik kelompok Kesko.

“Kami saat ini sedang menyelidiki penyebabnya dan belum mengesampingkan kemungkinan adanya gangguan melalui jaringan,” kata Petri Kayhko, kepala keamanan perusahaan Kesko, kepada AFP.

Roni Kokkola, spesialis keamanan informasi di Pusat Keamanan Siber Nasional yang berada di bawah Badan Transportasi dan Komunikasi Finlandia (Traficom), juga tidak mengesampingkan kemungkinan adanya gangguan siber.

“Kami telah melihat kejadian seperti ini di Eropa dalam beberapa bulan terakhir. Jadi, penyebarannya dari Prancis ke negara-negara lain sebenarnya sudah diperkirakan,” katanya.

“Saat ini, sangat lazim berbagai jenis kerentanan dieksploitasi secara semakin aktif dan cepat,” tambahnya.

7. Estonia — Suhu Tembus 50 Derajat!

Di Estonia, sedikitnya satu supermarket diserang peretas yang menaikkan suhu unit pendingin hingga mencapai 50 derajat Celsius. Laporan itu dimuat lembaga penyiaran publik ERR.

“Unit pendingin tersebut merupakan model lama yang dipasok oleh Danfoss, serupa dengan perangkat yang menjadi sasaran serangan di Prancis,” kata Direktur Kitman Coldtech, Jann Mutso, produsen dan distributor sistem pendingin canggih.

8. Inggris — Incar Perusahaan Daging

Di Inggris, para peretas mencoba menargetkan perusahaan pengolahan daging berskala kecil. Namun, Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris (NCSC) menegaskan dampaknya minimal.

“NCSC bekerja sama dengan berbagai organisasi untuk mendeteksi kerentanan dan menutupnya sebelum seseorang mengeksploitasi kelemahan tersebut,” kata Kepala Eksekutif NCSC Richard Horne, dilansir Reuters.

“Kami jelas berada dalam kondisi kewaspadaan tinggi,” tegasnya.

Ini Baru Permulaan?

Direktur Jenderal asosiasi peralatan rumah tangga Eropa APPLiA, Paolo Falcioni, mengatakan kepada Euronews bahwa ketahanan siber di supermarket memiliki pengujian yang sangat praktis.

“Jika akses jarak jauh terganggu, apakah staf masih dapat memeriksa suhu dan mengambil tindakan untuk melindungi rantai pendingin? Produsen dan peritel sama-sama memiliki peran untuk memastikan jawabannya adalah ya,” ujarnya.

“APPLiA mendukung kerangka kerja bersama di tingkat Eropa untuk keamanan siber produk-produk yang terhubung ke internet. Keamanan harus dimulai sejak tahap desain dan terus dijaga sepanjang masa pakai produk, melalui pembaruan keamanan serta prosedur yang jelas dalam menangani kerentanan,” jelasnya.

“Seiring Eropa menerapkan Undang-Undang Ketahanan Siber (Cyber Resilience Act), kita membutuhkan standar praktis yang mencerminkan bagaimana produk digunakan dan apa yang dapat terjadi jika produk tersebut diretas,” tambahnya.

Serangan terhadap kulkas supermarket ini disebut hanya tanda awal dari gangguan yang kemungkinan akan semakin sering terjadi, seiring teknologi lama yang tidak mampu mengimbangi perkembangan kemampuan para peretas.(hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN