Data Pentagon Diretas, Informasi Jutaan Personel Militer AS Bocor

Gedung Pentagon, Kantor Departemen Pertahanan Amerika Serikat. (foto: Wikipedia)
Washington, MISTAR.ID - Data jutaan personel militer Amerika Serikat dilaporkan bocor setelah peretas berhasil mengakses sistem milik Departemen Pertahanan AS (Pentagon).
Serangan tersebut menargetkan Defense Manpower Data Center (DMDC), salah satu sistem utama yang menyimpan berbagai catatan terkait personel militer, baik yang masih aktif maupun yang sudah tidak bertugas.
Menurut laporan Gizmodo, surat pemberitahuan mengenai insiden tersebut mengungkapkan bahwa informasi sensitif, termasuk nomor Social Security Number (SSN), telah diakses pihak yang tidak berwenang.
Laporan sebelumnya dari CNN dan Federal News Network menyebutkan, insiden ini berpotensi berdampak terhadap lebih dari 3 juta orang. Jumlah tersebut terdiri dari sekitar 2,76 juta orang yang masih hidup dan 294.000 orang yang telah meninggal dunia.
Namun, Pentagon belum memberikan angka pasti mengenai jumlah individu yang datanya benar-benar terdampak.
Salah satu hal yang menjadi perhatian utama adalah durasi akses terhadap sistem DMDC.
Berdasarkan surat yang dikirimkan kepada pihak terdampak, peretas disebut memiliki akses ke sistem tersebut sejak Oktober 2025 hingga pertengahan Juli 2026.
Dengan demikian, pihak tidak berwenang diduga dapat mengakses sistem selama sekitar sembilan bulan sebelum insiden tersebut ditangani.
Data yang tersimpan di dalam sistem juga disebut tidak terenkripsi. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi penyalahgunaan informasi pribadi yang tersimpan di dalamnya.
Pejabat pertahanan AS mengatakan belum menemukan bukti bahwa informasi yang diakses telah disalahgunakan hingga saat ini.
Meski demikian, pihak yang terdampak ditawarkan layanan pemantauan kredit selama 12 bulan sebagai salah satu langkah perlindungan.
Peretasan DMDC terjadi tidak lama setelah muncul laporan mengenai serangan siber terhadap FBI. Namun, belum ada indikasi bahwa kedua insiden tersebut saling berkaitan.
Pentagon masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui cakupan kebocoran, jenis informasi yang berhasil diakses, serta identitas pihak yang berada di balik serangan tersebut. (*)












































