Jangan Buang Router Wi-Fi Lama, Ini 5 Cara Memanfaatkannya Lagi

Ilustrasi router lama (foto: Lazada)
Medan, MISTAR.ID - Router Wi-Fi biasanya bukan perangkat yang sering diganti. Selama masih bisa menghubungkan perangkat ke internet, banyak orang memilih terus menggunakannya tanpa terlalu memikirkan dukungan firmware, keamanan, maupun standar Wi-Fi terbaru.
Namun, ketika akhirnya membeli router baru, muncul persoalan lain: apa yang harus dilakukan dengan router lama yang sebenarnya masih berfungsi?
Membuangnya tentu terasa mubazir. Padahal, router lama masih bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan di rumah. Kemampuan dasar perangkat jaringan relatif tidak banyak berubah, sehingga router yang sudah tidak ideal sebagai perangkat utama masih bisa diberi tugas lain.
Berikut sejumlah cara yang bisa dicoba.
1. Jadikan Access Point untuk Memperluas Wi-Fi
Salah satu pemanfaatan paling berguna adalah menjadikan router lama sebagai access point. Cara ini bisa membantu mengatasi area rumah yang sulit mendapatkan sinyal dari router utama.
Ada dua pilihan koneksi, yakni menggunakan kabel Ethernet atau secara nirkabel.
Koneksi kabel biasanya memberikan performa yang lebih stabil dan cepat. Kekurangannya, Anda harus menyediakan jalur Ethernet dari router utama menuju router lama. Hal ini bisa merepotkan jika kedua perangkat berada di ruangan yang berjauhan.
Router lama juga bisa digunakan sebagai repeater atau wireless bridge jika perangkat tersebut mendukung fitur tersebut. Beberapa router menyebutnya dengan istilah berbeda, termasuk WDS.
Namun, metode nirkabel memiliki kelemahan. Router lama harus menggunakan sebagian kapasitas koneksinya untuk berkomunikasi dengan router utama. Akibatnya, kecepatan yang diterima perangkat yang terhubung melalui router kedua bisa lebih rendah.
Perhatikan pula posisi kedua router. Menempatkan dua sumber Wi-Fi yang menggunakan frekuensi sama terlalu berdekatan dapat menimbulkan interferensi.
Salah satu pilihan adalah menggunakan router lama untuk jaringan 2,4 GHz, terutama karena frekuensi ini lebih baik dalam menembus dinding. Sementara itu, router baru dapat difokuskan pada frekuensi 5 GHz atau 6 GHz.
Beberapa router tertentu bahkan mendukung sistem mesh. Asus, misalnya, memiliki fitur AiMesh yang memungkinkan sejumlah router dari keluarga yang kompatibel digunakan sebagai satu jaringan.
2. Ubah Menjadi Network Switch
Router baru terkadang memiliki jumlah port LAN yang terbatas. Jika Anda memiliki banyak perangkat seperti komputer, smart TV atau konsol game yang membutuhkan koneksi kabel, router lama dapat dimanfaatkan sebagai switch.
Caranya cukup sederhana. Hubungkan kabel Ethernet dari router baru ke salah satu port LAN pada router lama. Setelah itu, perangkat lain dapat dihubungkan ke port LAN yang tersisa.
Hal penting yang perlu diperhatikan adalah jangan menggunakan port WAN pada router lama untuk konfigurasi ini.
Jika router memiliki pilihan Access Point atau Switch Mode di halaman administrasinya, gunakan mode tersebut. Jika tidak tersedia, DHCP server pada router lama perlu dinonaktifkan. Fungsi routing lain seperti NAT dan firewall juga mungkin perlu dimatikan agar perangkat tidak menjalankan fungsi router secara penuh.
Jika hanya ingin menggunakan port Ethernet, fitur Wi-Fi pada router lama juga sebaiknya dimatikan untuk menghindari interferensi yang tidak diperlukan.
3. Manfaatkan Port USB
Port USB pada router sering kali tidak terlalu diperhatikan. Padahal, pada model tertentu, port ini dapat digunakan untuk berbagi printer atau perangkat penyimpanan melalui jaringan.
Salah satu manfaatnya adalah menghubungkan printer lama yang belum memiliki koneksi Wi-Fi. Setelah dikonfigurasi, perangkat yang berada di jaringan dapat mengakses printer tersebut tanpa harus terhubung langsung menggunakan kabel USB.
Port USB juga dapat digunakan untuk menghubungkan flash drive atau hard disk eksternal. Dengan begitu, router dapat berfungsi sebagai server penyimpanan sederhana yang memungkinkan perangkat lain di jaringan membaca maupun menulis data.
Namun, solusi ini memiliki keterbatasan. Router bukan pengganti NAS khusus. Kemampuan backup dan keandalan penyimpanan biasanya jauh di bawah perangkat NAS, sementara kecepatan port USB pada router juga dapat membatasi performa.
Jika ingin mencobanya, periksa pengaturan USB atau file sharing pada halaman administrasi router.
4. Jadikan Router Khusus VPN
Router lama juga dapat diberi tugas sebagai perangkat khusus untuk VPN.
Jika VPN diaktifkan langsung pada router utama, seluruh perangkat yang terhubung ke jaringan tersebut dapat ikut melewati koneksi VPN. Dalam beberapa situasi, hal ini justru tidak diinginkan.
Menggunakan router kedua sebagai perangkat VPN memberikan pilihan yang lebih fleksibel. Perangkat yang membutuhkan VPN dapat terhubung ke router tersebut, sementara perangkat lainnya tetap menggunakan koneksi internet normal melalui router utama.
Konfigurasi berbeda-beda tergantung produsen router dan layanan VPN yang digunakan. Pada perangkat yang mendukungnya, proses umumnya dimulai dengan menghubungkan router lama ke router utama, mengaktifkan mode access point, kemudian memasukkan konfigurasi VPN melalui halaman administrasi.
5. Pasang Firmware Alternatif
Jika router lama masih memiliki perangkat keras yang memadai tetapi firmware bawaannya sudah terbatas, opsi lain adalah memasang firmware pihak ketiga.
Router pada dasarnya merupakan komputer berdaya rendah yang memiliki prosesor, RAM dan media penyimpanan. Perangkat tersebut menjalankan sistem operasi khusus untuk menangani berbagai fungsi jaringan.
Ketika produsen menghentikan pembaruan firmware, kemampuan router bisa menjadi semakin terbatas. Firmware open-source seperti OpenWrt, DD-WRT atau FreshTomato dapat memberikan lebih banyak kendali terhadap perangkat.
Firmware alternatif dapat membuka fitur tambahan yang tidak tersedia pada software bawaan, termasuk konfigurasi jaringan yang lebih mendalam dan berbagai aplikasi pihak ketiga.
Namun, pengguna harus berhati-hati. Tidak semua router kompatibel dengan firmware tersebut. Kesalahan dalam proses instalasi juga berpotensi membuat router tidak dapat digunakan.
Karena itu, periksa terlebih dahulu daftar kompatibilitas dan dokumentasi proyek firmware sebelum melakukan instalasi. (*)







































