Thursday, November 5, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Artikel Ilmiah Ramalkan Kiamat 13 November 2026

Mistar.idKamis, 5 November 2026 pukul 08.58 WIB
artikel_ilmiah_ramalkan_kiamat_13_november_2026

Ilustrasi. (Foto: iStock)

Jakarta, MISTAR.ID – Sebuah artikel ilmiah yang diterbitkan pada 1960 kembali ramai diperbincangkan di internet karena memuat prediksi kiamat pada Jumat, 13 November 2026. Artikel berjudul Doomsday: Friday, 13 November, A.D. 2026 tersebut mengaitkan akhir dunia dengan pertumbuhan populasi manusia yang tidak terkendali.

Namun, prediksi tersebut bukan berarti kiamat benar-benar akan terjadi pada tanggal tersebut. Sebab, waktu berakhirnya dunia tidak dapat diketahui secara pasti.

Artikel yang diterbitkan dalam jurnal Science itu ditulis oleh fisikawan Heinz von Foerster bersama sejumlah rekannya. Mereka membuat model pertumbuhan populasi dunia berdasarkan perkiraan jumlah penduduk sejak zaman Yesus hingga 1958.

Dari hasil pemodelan tersebut, mereka menemukan bahwa jika tren pertumbuhan penduduk saat itu terus berlangsung secara eksponensial, populasi manusia akan mencapai jumlah tak terhingga sekitar tahun 2026, dengan kemungkinan selisih lima tahun.

Tanggal 13 November diduga dipilih sebagai lelucon karena bertepatan dengan hari ulang tahun Foerster.

"Karena alasan yang jelas, t0 akan disebut sebagai 'hari kiamat' karena pada tanggal itulah N (jumlah 'elemen', atau manusia) mencapai angka tak terhingga, dan populasi yang cerdas ini akan memusnahkan dirinya sendiri. Cucu-cucu dari cicit kita tidak akan mati kelaparan. Mereka akan terhimpit hingga tewas," ujarnya kepada majalah Time, Kamis (5/11/2026).

Prediksi tersebut tidak sejalan dengan perkembangan demografi saat ini. Seiring industrialisasi dan meningkatnya kesejahteraan di berbagai negara, angka kelahiran justru mengalami penurunan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan populasi dunia mencapai 8,2 miliar jiwa pada 2025. Jumlah tersebut diproyeksikan terus bertambah hingga mencapai puncak sekitar 10 miliar jiwa pada 2080-an.

Meski demikian, menghitung jumlah penduduk dunia bukan perkara mudah. Pergerakan manusia, keterbatasan sensus, serta metode pemodelan membuat angka populasi sulit dipastikan secara akurat.

Penelitian Josias Láng-Ritter, peneliti pascadoktoral di Aalto University, bahkan menemukan bahwa jumlah penduduk pedesaan kemungkinan jauh lebih besar daripada perkiraan sebelumnya.

"Kami terkejut saat mendapati bahwa jumlah penduduk yang sebenarnya tinggal di wilayah pedesaan jauh lebih tinggi daripada yang ditunjukkan oleh data populasi global," kata Láng-Ritter dalam pernyataan yang menyertai penelitiannya awal tahun ini.

Ia menambahkan, jumlah penduduk pedesaan dalam data yang diteliti diperkirakan lebih rendah 53 hingga 84 persen.

Temuan tersebut dinilai mencengangkan karena kumpulan data yang digunakan telah menjadi rujukan ribuan penelitian dan dasar pengambilan keputusan, meski akurasinya belum pernah dievaluasi secara sistematis.

Makalah Foerster dan rekan-rekannya juga mengingatkan bahwa ekstrapolasi data di luar rentang pengamatan dapat menghasilkan kesimpulan yang tidak masuk akal.

Sebagai gambaran, jika model tersebut digunakan untuk memperkirakan kemunculan sosok Adam, hasilnya justru menunjukkan sekitar 200 miliar tahun lalu. Angka itu jauh melampaui perkiraan usia alam semesta.

Dengan demikian, prediksi kiamat pada 13 November 2026 tidak perlu dianggap sebagai ramalan yang akan benar-benar terjadi. Model tersebut merupakan proyeksi matematis berdasarkan tren pertumbuhan penduduk pada masa itu, bukan kepastian mengenai masa depan umat manusia. (time)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN