Thursday, November 5, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Manisnya Menipu: 7 Organ Tubuh Ini Diam-diam Rusak Kalau Kamu Kebanyakan Gula

Mistar.idKamis, 5 November 2026 pukul 06.30 WIB
manisnya_menipu_7_organ_tubuh_ini_diamdiam_rusak_kalau_kamu_kebanyakan_gula_

Ilustrasi 7 organ yang rusak akibat kebanyakan gula. (Foto ilustrasi: maris/meta/mistar.id)

Jakarta, MISTAR.ID (5/11/2026) — Gula memang membuat makanan terasa nikmat. Namun, jika kadar gula darah terus-menerus tinggi, dampaknya tidak berhenti pada diabetes. Berbagai organ tubuh bisa rusak perlahan tanpa disadari.

Kondisi ini terutama perlu diwaspadai oleh penderita diabetes. Pasalnya, kadar gula darah yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah dan saraf, sehingga memicu berbagai komplikasi kesehatan.

Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang paling umum ditemukan. Penyakit ini berkaitan dengan berbagai faktor risiko, termasuk pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, kelebihan berat badan, serta faktor genetik.

Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang menjamin diabetes sembuh total. Namun, penyakit ini dapat dikelola melalui pengobatan, pola makan sehat, aktivitas fisik, dan pemantauan kadar gula darah secara rutin sesuai anjuran dokter.

Melansir CNN Indonesia, berikut tujuh bagian tubuh yang dapat mengalami gangguan akibat kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang.

1. Mata

Kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama dapat merusak pembuluh darah kecil di retina mata. Kerusakan tersebut dapat menyebabkan gangguan penglihatan, mulai dari pandangan kabur hingga kehilangan penglihatan. Jika tidak mendapatkan penanganan, komplikasi ini bahkan bisa menyebabkan kebutaan.

2. Kulit

Penderita diabetes juga rentan mengalami masalah kulit, terutama ketika kadar gula darah tidak terkontrol. Saat tubuh berusaha membuang kelebihan gula melalui urine, cairan tubuh ikut berkurang. Akibatnya, kulit dapat menjadi kering, gatal, hingga pecah-pecah, terutama di bagian kaki, tangan, dan siku.

Mengutip WebMD, kadar gula darah tinggi juga dapat menyebabkan kerusakan saraf atau neuropati diabetik. Kondisi ini membuat penderita kesulitan merasakan luka atau cedera, sehingga masalah pada kulit berisiko terlambat diketahui dan ditangani.

3. Jantung

Kadar gula darah tinggi dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Kerusakan pembuluh darah dapat disertai penumpukan plak lemak yang mempersempit aliran darah.

Jika kondisi ini terus berlangsung, risiko serangan jantung maupun stroke dapat meningkat. Karena itu, penderita diabetes perlu memperhatikan kesehatan jantung, termasuk dengan mengendalikan kadar gula darah, tekanan darah, dan kolesterol.

4. Kaki

Salah satu komplikasi diabetes yang perlu diwaspadai adalah gangguan pada kaki atau yang dikenal sebagai kaki diabetik. Kondisi ini terjadi ketika kadar gula darah tinggi menyebabkan kerusakan saraf dan gangguan sirkulasi darah menuju kaki.

Akibat kerusakan saraf, penderita diabetes mungkin tidak menyadari adanya luka karena kemampuan merasakan nyeri berkurang. Di sisi lain, aliran darah yang buruk dapat memperlambat proses penyembuhan luka dan meningkatkan risiko infeksi. Apabila infeksi berkembang menjadi parah dan jaringan mengalami kerusakan berat, amputasi mungkin diperlukan.

5. Ginjal

Ginjal merupakan organ lain yang rentan mengalami kerusakan akibat kadar gula darah tinggi. Mengutip National Kidney Foundation, ginjal memiliki banyak pembuluh darah kecil yang berfungsi menyaring limbah dan kelebihan cairan dari tubuh.

Kadar gula darah yang tidak terkendali dapat merusak pembuluh darah tersebut sehingga kemampuan ginjal dalam menyaring darah menurun. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan penyakit ginjal diabetik, bahkan berkembang menjadi gagal ginjal apabila tidak ditangani.

6. Organ Reproduksi

Diabetes juga dapat memengaruhi kesehatan seksual dan fungsi reproduksi, baik pada pria maupun wanita. Hal ini terjadi karena kadar gula darah tinggi dapat merusak pembuluh darah dan saraf yang berperan dalam respons seksual.

Mengutip Medical News Today, pria dengan diabetes memiliki risiko mengalami disfungsi ereksi sekitar tiga kali lebih tinggi dibandingkan pria tanpa diabetes. Sementara itu, pada wanita, diabetes dapat berkaitan dengan gangguan respons seksual, termasuk berkurangnya pelumasan vagina dan ketidaknyamanan saat berhubungan intim.

7. Organ Pencernaan

Gangguan akibat diabetes juga dapat terjadi pada sistem pencernaan, terutama ketika kadar gula darah tinggi menyebabkan kerusakan saraf vagus. Saraf ini berperan dalam mengatur pergerakan makanan melalui saluran pencernaan, termasuk membantu lambung mengosongkan isinya.

Kerusakan saraf vagus dapat menyebabkan gastroparesis, yakni kondisi ketika pengosongan lambung berlangsung lebih lambat dari normal. Penderitanya dapat mengalami berbagai keluhan, seperti cepat kenyang, mual, muntah, perut kembung, hingga penurunan berat badan akibat berkurangnya asupan makanan.

Selain itu, diabetes juga dapat berkaitan dengan gangguan pencernaan lainnya, termasuk sembelit dan refluks asam lambung.

Cara Mencegahnya

Untuk mencegah komplikasi tersebut, penderita diabetes dianjurkan menjaga kadar gula darah sesuai target yang ditetapkan dokter, menjalani pengobatan secara teratur, menerapkan pola makan seimbang, serta aktif bergerak. Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga penting agar tanda-tanda kerusakan organ dapat ditemukan dan ditangani sedini mungkin.

Jika kamu memiliki riwayat gula darah tinggi, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan dan penanganan yang tepat.(hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN