Thursday, November 5, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Trump Akui Perang Iran Picu Kekalahan Partai Republik di Pemilu Sela AS

Mistar.idRabu, 4 November 2026 pukul 23.05 WIB
_trump_akui_perang_iran_picu_kekalahan_partai_republik_di_pemilu_sela_as_

Donald Trump. (foto: reuters/mistar)

Amerika Serikat, MISTAR.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui bahwa kebijakan militernya terhadap Iran turut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kekalahan Partai Republik dalam pemilihan umum sela atau midterm election.

Pengakuan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara melalui sambungan telepon dengan Fox News Democracy 26, Selasa (3/11/2026). Dalam kesempatan itu, ia terlebih dahulu memberikan ucapan selamat kepada Partai Demokrat atas keberhasilan mereka meraih kemenangan di Kongres.

Trump menilai kemenangan tersebut merupakan pencapaian yang telah lama dinantikan oleh Partai Demokrat. Meski demikian, ia mengaku tidak terlalu mempermasalahkan hasil pemilu tersebut dan menyatakan tetap terbuka untuk bekerja sama dengan pihak oposisi.

"Yah, saya akan katakan ini: selamat kepada Partai Demokrat. Mereka melakukannya dengan baik," ujar Trump, seperti dikutip AFP.

Ia juga menyebut Partai Demokrat telah menunggu kesempatan tersebut selama 11 tahun. Trump bahkan menyatakan kesediaannya menjalin kerja sama dengan Demokrat dalam berbagai persoalan pemerintahan.

Namun, ia mengingatkan bahwa dirinya tetap memiliki hak veto apabila terjadi perbedaan pandangan dengan kubu Demokrat di Kongres.

Salah satu persoalan yang berpotensi memicu perselisihan adalah keputusan pemerintahannya melancarkan operasi militer terhadap Iran. Kebijakan tersebut sejak awal menuai penolakan dari kalangan Demokrat karena dinilai membebani anggaran negara.

Menurut pihak oposisi, dana yang digunakan untuk membiayai konflik seharusnya dapat dialihkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk sektor kesehatan dan pendidikan.

Penolakan terhadap perang Iran juga meluas di tengah masyarakat Amerika Serikat. Sejumlah jajak pendapat menunjukkan kebijakan tersebut kurang mendapat dukungan publik, terutama di tengah dampak kenaikan harga minyak yang dirasakan warga.

Trump pun mengakui bahwa konflik dengan Iran dan dampaknya terhadap harga minyak dunia turut memengaruhi hasil pemilu yang merugikan partainya.

"Saya pikir Iran merupakan salah satu faktornya. Namun, pada saat yang sama, masyarakat memahami pentingnya langkah-langkah yang telah saya ambil terkait Iran," kata Trump.

Dalam pemilu sela tersebut, Partai Republik tertinggal dari Partai Demokrat dalam perebutan kursi di Senat maupun DPR.

Berdasarkan proyeksi penghitungan suara New York Times yang dikutip dalam laporan tersebut, Partai Republik diperkirakan memperoleh 44 kursi Senat, sedangkan Demokrat meraih 54 kursi.

Sementara di DPR, Partai Demokrat diproyeksikan menguasai 228 kursi, jauh di atas Partai Republik yang diperkirakan hanya memperoleh 139 kursi. Kemenangan Demokrat juga mencuri perhatian karena berhasil diraih di sejumlah wilayah yang selama ini dikenal sebagai basis konservatif, termasuk Kansas dan Texas.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN