Hancurkan Lens 9-1, Como Torehkan Rekor Baru di Liga Champions

Pemain Como selebrasi usai membantai Lens 9-1 di
Lens, MISTAR.ID - Como mencatatkan sejarah baru di Liga Champions setelah membantai Lens dengan skor telak 9-1 pada pertandingan fase liga, di Stade Bollaert-Delelis, Kamis (5/11/2026). Hasil itu menjadikan klub Italia itu sebagai tim tamu pertama yang mampu mencetak sembilan gol dalam satu pertandingan kompetisi elite Eropa.
Kemenangan spektakuler ini sekaligus mempertegas kiprah impresif Como pada musim debutnya di Liga Champions. Tim asuhan Cesc Fabregas tersebut telah mengoleksi tiga kemenangan dari empat pertandingan dan kini menempati posisi keempat klasemen fase liga.
Fabregas mengakui bahwa timnya menjalani malam yang luar biasa karena hampir seluruh peluang mampu dikonversi menjadi gol.
"Hari ini semuanya berjalan sesuai keinginan kami. Ini malam yang luar biasa bagi Como dan para pendukung kami," ujar Fabregas, dikutip dari Associated Press (AP).
Catatan sembilan gol Como melampaui rekor gol terbanyak yang pernah dicetak tim tamu dalam satu pertandingan Liga Champions. Sebelumnya, pencapaian terbaik dipegang Bayern Munich yang menang 8-2 atas Barcelona pada 2020. Namun, pertandingan tersebut berlangsung di tempat netral, yakni Lisbon.
Selain menciptakan rekor gol tandang, Como juga menyamai kemenangan dengan selisih gol terbesar dalam sejarah Liga Champions. Sebelumnya, Liverpool dan Real Madrid pernah meraih kemenangan 8-0 atas Besiktas dan Malmo.
Tasos Douvikas menjadi salah satu bintang utama dalam pesta gol Como. Penyerang tersebut mencetak hattrick dan semakin mengukuhkan konsistensinya dengan selalu mencatatkan gol dalam empat pertandingan Como di kompetisi ini. Koleksi enam gol juga menempatkannya sebagai pencetak gol terbanyak sementara Liga Champions.
Nico Paz turut menyumbangkan gol dalam kemenangan besar tersebut. Namun, ia memilih tidak merayakannya seperti biasa. Pemain muda itu justru mengambil sebuah kaus bergambar Jesús de Miguel, penyerang Tenerife yang meninggal dunia setelah mengalami benturan di lapangan dengan penjaga gawang lawan.
Paz memiliki kedekatan dengan Tenerife karena pernah menimba ilmu di akademi klub tersebut pada periode 2014 hingga 2016. Aksi penghormatannya menjadi salah satu momen emosional di tengah pesta kemenangan Como.
Lima pemain lainnya juga ikut mencatatkan nama di papan skor, yakni Lucas Da Cunha, Marc-Oliver Kempf, Mattia Liberali, Martina Baturina, dan Matteo Papaccioli.
Sorotan khusus juga tertuju kepada Papaccioli. Pemain berusia 18 tahun itu masuk sebagai pemain pengganti pada babak kedua dan berhasil mencetak gol, meskipun belum pernah merasakan penampilan di Serie A. Ia saat ini masih menjadi bagian dari tim akademi Como. (*)






































