Program Pesantren Bebas Tuberkulosis Nasional Diluncurkan di Sumut

Peluncuran program Pesantren Bebas Tuberkulosis (TB) di Pesantren Mawaridussalam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. (Foto: Humas Kemenag Sumut/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Pemerintah meluncurkan Program Pesantren Bebas Tuberkulosis (TB) nasional di Pondok Pesantren Mawaridussalam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara pada Rabu (4/11/2026). Program ini digagas sebagai wujud komitmen bersama untuk membangun lingkungan pesantren yang sehat, sekaligus mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Peluncuran nasional tersebut dihadiri dan diresmikan langsung tiga wakil menteri sekaligus, yaitu Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus serta Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus.
Wamenag Romo menegaskan kesehatan para santri merupakan hak konstitusional yang setara dengan warga negara lainnya. Mengingat ada lebih dari 40 ribu pesantren dengan jutaan santri di seluruh Indonesia, perhatian terhadap aspek kesehatan menjadi kebutuhan mendesak.
“Para santri juga punya hak yang sama dalam kesehatan. Program ini juga sejalan dengan cita-cita mulia Presiden Prabowo dalam Asta Cita keempat, yaitu pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan dan kesehatan,” katanya seperti dikutip Mistar dalam keterangan tertulis, Kamis (5/11/2026).
Ia menambahkan, program ini diintegrasikan dengan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta menuntut kerja sama yang kuat antar kementerian yang bersifat lintas sektoral. “Tidak ada keberhasilan individual, kementerian tidak boleh bekerja sendiri-sendiri. Kita satu tim maka yang ada adalah keberhasilan bersama,” tuturnya.
Dukungan penuh turut disampaikan oleh Wamenkes Benjamin Paulus. Ia menyatakan Kemenkes siap bersinergi dengan Kemenag dan kementerian terkait guna memastikan efektivitas program dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat pesantren.
Sementara itu, Wamendagri Akhmad Wiyagus mengajak pemerintah daerah di seluruh wilayah untuk berperan aktif dan berkoordinasi dengan pusat. Menurutnya, keterlibatan pemda sangat penting agar edukasi, deteksi dini, pemeriksaan berkala dan penanganan TB di lingkungan pesantren dapat berjalan secara berkelanjutan.
Direktur Jenderal Pesantren Basnang Said mengungkapkan kesehatan masih menjadi tantangan kompleks di lingkungan pesantren, mengingat belum banyak ponpes yang memiliki klinik atau tenaga medis profesional mandiri.
Maka dari itu, kolaborasi lintas kementerian ini diharapkan mampu memperkuat fasilitas kesehatan serta mendekatkan layanan medis puskesmas ke pesantren tanpa terkendala domisili. “Semoga ini menjadi awal pergerakan, kita memulai ikhtiar guna membangun ekosistem kesehatan demi masa depan pesantren. Semoga semangat dan komitmen ini dapat tersebar luas hingga ke seluruh penjuru Nusantara,” ucapnya.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumut, Ahmad Qosbi menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dipilihnya Sumut sebagai tuan rumah peluncuran perdana tingkat nasional. Ia menilai langkah ini sangat strategis untuk menciptakan iklim belajar yang kondusif dan memastikan para santri unggul secara fisik maupun spritual.
Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya, Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan, Kabag TU Syafrizal Bancin, serta jajaran Kanwil Kemenag provinsi, Kakan Kemenag kabupaten/kota dan Pimpinan Ponpes Mawaridussalam Deli Serdang. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
LKBH FH USU Bahas Kedudukan Justice Collaborator dan Saksi Mahkota dalam Peradilan Indonesia






































