Siswa MAN 1 Padangsidimpuan Raih Penghargaan Berkat Inovasi Salak dan Budaya Batak

Siswa MAN 1 Padangsidimpuan yang berhasil meraih penghargaan pada ajang nasional di Yogyakarta. (Foto: MAN 1 Padangsidimpuan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Padangsidimpuan berhasil meraih medali dan penghargaan pada ajang Final Nasional Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (Kreasi) 2026 di Sahid Raya Hotel and Convention, Yogyakarta, dengan membawakan inovasi pemanfaatan bagian tanaman salak serta reaktualisasi kearifan lokal masyarakat Batak.
Dalam kompetisi tingkat nasional yang diselenggarakan Abak Academy bersama Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), tim riset madrasah ini memboyong medali perak, penghargaan Stand Terfavorit, dan Honorable Mention.
Plt. Kepala MAN 1 Padangsidimpuan, Marataon Hasibuan, yang turut mendampingi peserta di Yogyakarta, mengaku bangga atas pencapaian anak didiknya tersebut. Prestasi yang diraih di bawah bimbingan guru pembimbing Dedi Riandi Pasaribu itu dinilai menjadi bukti bahwa siswa madrasah mampu melahirkan gagasan ilmiah bernilai tinggi yang memberikan solusi terhadap persoalan nyata di tengah masyarakat.
“Pencapaian ini menjadi bukti siswa madrasah punya kesempatan besar untuk mengembangkan gagasan ilmiah yang berangkat dari persoalan nyata, baik dalam bidang lingkungan dan ekonomi maupun sosial dan budaya,” ujar Marataon dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/10/2026).
Prestasi pertama diraih oleh Aisyah Hasby Lubis dan Fitri Mulyana, siswi kelas XI IIS 1. Keduanya membawa pulang medali perak sekaligus penghargaan Stand Terfavorit pada kategori ISHK - Sosiologi, Ekonomi dan Kewirausahaan melalui riset berjudul “Tidak Dilirik Ternyata Menyimpan Daya Eksentrik: Inovasi Sirkular Pemanfaatan Berbagai Bagian Salak bagi Lingkungan dan Ekonomi Petani di Kota Padangsidimpuan”.
Penelitian tersebut mengangkat potensi bagian tanaman salak yang selama ini jarang diperhatikan. Melalui gagasan inovasi sirkular, karya ilmiah ini menyoroti peluang pengolahan sumber daya lokal agar memiliki nilai tambah, menekan potensi limbah, serta meningkatkan manfaat ekonomi bagi para petani salak di Kota Padangsidimpuan.
Sementara itu, tim kedua yang beranggotakan Rahmah Sari dan Meisahriani Nasution dari kelas XII IIS 1 juga berhasil meraih Honorable Mention di bidang ISHK - Bahasa, Budaya dan Agama.
Mereka membawakan riset berjudul “Habonaron Do Bona Gabe: Reaktualisasi Dalihan Natolu sebagai Instrumen Resolusi Konflik Marboruni Dongan Sabutuha di Era Disrupsi”. Penelitian ini menyoroti nilai kearifan lokal masyarakat Batak, khususnya filosofi Dalihan Natolu sebagai landasan penyelesaian konflik kekerabatan di tengah arus perubahan sosial modern.
Marataon menyebutkan bahwa penelitian yang dibawakan para siswa tersebut bertujuan menunjukkan bahwa tradisi dan nilai budaya lokal bukan hanya warisan masa lalu, melainkan juga sumber pembelajaran serta inspirasi yang solutif bagi kehidupan masa kini.
“Kami berharap capaian ini menjadi motivasi bagi para siswa untuk semakin giat belajar, berpikir kritis, berani meneliti, dan menghasilkan karya serta inovasi yang kreatif melalui potensi-potensi yang ada di daerah ke tingkat nasional,” tuturnya. (hm25)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER










































