Wednesday, November 4, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Basis Republik Jebol, Trump Kehilangan Kendali Kongres AS

Mistar.idRabu, 4 November 2026 pukul 13.07 WIB
basis_republik_jebol_trump_kehilangan_kendali_kongres_as

Kandidat gubernur Texas dari Partai Demokrat, Gina Hinojosa (tengah), dikelilingi para pendukung saat berbicara kepada wartawan di luar tempat pemungutan suara di Austin, Texas, Selasa (3/11/2026). (foto: AP/Ashley Landis)

Washington D.C., MISTAR.ID - Partai Demokrat mencatat kemenangan dalam pemilu paruh waktu Amerika Serikat (AS) 2026 setelah merebut sejumlah kursi penting di negara-negara bagian yang selama ini menjadi basis Partai Republik. Hasil tersebut membuat Demokrat mengambil alih kendali Senat dan DPR AS dari Partai Republik.

Reuters melaporkan Demokrat berhasil meraih mayoritas di Senat dan DPR AS. Partai oposisi itu merebut enam kursi Senat yang sebelumnya dikuasai Republik serta sedikitnya delapan kursi DPR. Kemenangan tersebut mencakup sejumlah wilayah konservatif yang sebelumnya menjadi basis Partai Republik.

Associated Press (AP) juga melaporkan keberhasilan Demokrat merebut kendali Senat melalui sejumlah kemenangan di negara bagian konservatif. Perubahan komposisi Senat tersebut memberikan Demokrat kendali atas lembaga legislatif yang sebelumnya dikuasai Partai Republik.

Sejumlah kemenangan Demokrat terjadi di Texas, South Carolina, Ohio, dan Iowa. Di Texas, James Talarico berhasil mengalahkan kandidat Republik Ken Paxton dalam persaingan kursi Senat. Sementara itu, mantan senator Demokrat Sherrod Brown kembali merebut kursi Ohio setelah mengalahkan petahana Jon Husted.

Di South Carolina, kandidat Demokrat juga berhasil merebut kursi Senat yang selama puluhan tahun dikuasai Partai Republik. Kemenangan tersebut menambah jumlah kursi Demokrat di Senat.

Texas dan Ohio merupakan negara bagian yang dimenangkan Trump dengan selisih dua digit dalam pemilihan presiden 2024. Dalam pemilu paruh waktu kali ini, Demokrat berhasil memenangkan persaingan di kedua negara bagian tersebut.

Kekecewaan Terhadap Trump

Persoalan biaya hidup, kenaikan harga energi, dan perang dengan Iran menjadi sejumlah isu yang muncul dalam pemilu paruh waktu 2026.

Reuters melaporkan hasil jajak pendapat pemilih menunjukkan sekitar separuh responden memandang pemilu paruh waktu sebagai kesempatan untuk menyampaikan penolakan terhadap Trump. Sementara itu, sekitar tiga perempat pemilih mengaku marah atau tidak puas dengan arah negara.

Sekitar 70 persen responden juga menginginkan Kongres menjalankan fungsi pengawasan terhadap presiden secara lebih kuat.

Trump menanggapi hasil pemilu melalui media sosial. Dia mengatakan tidak ikut dalam pemungutan suara dan mengklaim Partai Republik akan menang telak jika namanya tercantum dalam surat suara.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Trump berkampanye untuk sejumlah kandidat Republik, termasuk Ken Paxton di Texas dan kandidat Partai Republik di South Carolina.

AP juga melaporkan Trump menyatakan akan menggunakan hak vetonya untuk menolak proposal dari Partai Demokrat.

Agenda Trump Menghadapi Hambatan

Penguasaan Senat dan DPR oleh Demokrat mengubah komposisi kekuasaan di Kongres AS selama dua tahun terakhir masa jabatan Trump.

Dengan mayoritas di Senat, Demokrat akan memiliki kendali lebih besar dalam proses pembahasan undang-undang serta persetujuan sejumlah calon pejabat tinggi dan hakim federal yang diajukan presiden.

Sementara itu, kendali atas DPR memberikan Demokrat kewenangan untuk memimpin komite-komite parlemen, menggelar penyelidikan, serta memanggil pejabat pemerintahan untuk memberikan keterangan.

Perubahan komposisi Kongres tersebut juga memengaruhi pembahasan agenda legislatif pemerintahan Trump. Proposal kebijakan yang diajukan Gedung Putih harus menghadapi mayoritas Demokrat di kedua kamar Kongres. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN