Wednesday, November 4, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Menteri Transportasi Spanyol Mundur Usai Kecelakaan Kereta Cepat

Mistar.idRabu, 4 November 2026 pukul 09.52 WIB
menteri_transportasi_spanyol_mundur_usai_kecelakaan_kereta_cepat

Oscar Puente telah menghadapi tekanan yang semakin besar setelah partai-partai oposisi dan sejumlah sekutu pemerintah menyerukan agar ia mengundurkan diri. (foto: Reuters)

Madrid, MISTAR.ID - Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente mengundurkan diri, enam hari setelah kecelakaan kereta cepat yang menewaskan sedikitnya 69 orang dan menyebabkan puluhan lainnya terluka.

Keputusan tersebut diumumkan Puente dalam sidang parlemen Spanyol, Selasa (3/11/2026), setelah memberikan keterangan terkait kecelakaan kereta yang terjadi pada 28 Oktober di dekat Kota Urda, sebelah selatan Madrid.

Dalam insiden tersebut, sebuah kereta menabrak bagian belakang kereta lain yang sedang berhenti di jalur yang sama. Tragedi ini menjadi salah satu kecelakaan kereta paling mematikan di Eropa dalam sejarah modern dan merupakan kecelakaan kereta terburuk di Spanyol sejak 2013.

Puente mengatakan, dirinya tidak dapat mempertahankan jabatan sebagai menteri setelah dua kecelakaan besar terjadi dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.

"Seorang menteri transportasi di negara seperti Spanyol tidak dapat tetap menjabat setelah dua kecelakaan dengan tingkat keseriusan seperti ini dalam waktu kurang dari setahun," ujarnya.

Pernyataan tersebut merujuk pada kecelakaan kereta pada Januari lalu di jalur yang sama, yang menewaskan 46 orang.

Selain mundur dari jabatan menteri, Puente juga menyatakan menarik pencalonannya dalam pemilihan legislatif dini yang dijadwalkan berlangsung pada 29 November mendatang.

Sebelum keputusan pengunduran dirinya diumumkan, posisi Puente mendapat tekanan dari partai oposisi, termasuk Partai Rakyat (PP) yang berhaluan konservatif dan partai sayap kanan Vox. Sejumlah sekutu pemerintah juga mendesak agar dirinya bertanggung jawab atas tragedi tersebut.

Kritik semakin menguat setelah Puente dinilai mengarahkan penyebab kecelakaan pada kesalahan manusia. Pihak oposisi menuding pernyataan tersebut sebagai upaya mengalihkan tanggung jawab dari kelemahan pengawasan dan pengelolaan sistem perkeretaapian.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez sebelumnya mengakui bahwa kepercayaan masyarakat terhadap sistem kereta api nasional telah rusak akibat tragedi tersebut.

Dalam sidang parlemen, Puente juga memaparkan sejumlah langkah baru untuk meningkatkan keselamatan transportasi kereta api. Namun, tekanan politik yang terus meningkat akhirnya mendorongnya mengambil keputusan mundur.

Sánchez memuji keputusan tersebut dan menyebut Puente telah menghadapi situasi, memberikan penjelasan serta solusi sebelum akhirnya mengundurkan diri.

Menurut Sánchez, keputusan itu diambil atas dasar martabat dan penghormatan kepada para korban.

Gangguan Sistem Persinyalan

Di sisi lain, penyelidikan kecelakaan masih menjadi perhatian publik setelah muncul dugaan gangguan pada sistem persinyalan otomatis yang menyebabkan seluruh kereta harus berhenti di jalur terdampak.

Kecelakaan melibatkan kereta milik operator negara Renfe yang mengangkut 397 penumpang dan kereta milik operator swasta Iryo dengan 147 penumpang.

Rekaman percakapan antara masinis dan pusat kendali perjalanan yang bocor ke media Spanyol turut memunculkan pertanyaan mengenai prosedur keselamatan sebelum tabrakan terjadi.

Dalam salah satu rekaman, petugas pusat kendali terdengar memberikan izin kepada masinis kereta Renfe untuk melanjutkan perjalanan dengan kecepatan normal menggunakan sistem persinyalan cadangan atau Lateral Signalling Block.

Sistem tersebut merupakan mekanisme alternatif yang digunakan ketika persinyalan otomatis atau transmisi data mengalami gangguan.

Masinis kereta Renfe sebelumnya dilaporkan mengalami kendala teknis. Ketika menanyakan apakah dirinya dapat melanjutkan perjalanan dengan kecepatan normal, petugas pusat kendali menjawab bahwa izin tersebut diberikan.

Sementara itu, dalam rekaman lain, masinis kereta Iryo melaporkan bahwa keretanya tidak dapat bergerak karena kehilangan komunikasi dengan sistem kendali perjalanan.

Masinis menyebut kereta berhenti di depan sinyal masuk Stasiun Urda. Meski sempat diminta melanjutkan perjalanan secara normal, kereta tersebut tetap tidak dapat dijalankan.

Dalam percakapan berikutnya, masinis kembali menghubungi pusat kendali dan menjelaskan bahwa sistem keamanan kereta tidak mengizinkannya mengendalikan perjalanan.

Rekaman tersebut mengindikasikan bahwa pusat kendali telah menerima informasi mengenai posisi kereta Iryo yang masih berhenti ketika kereta Renfe mendekat.

Operator Iryo juga menyatakan bahwa rangkaian keretanya ditabrak dari belakang oleh kereta lain. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN