Wednesday, November 4, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Jelang Akhir Tahun, BI dan TPID Perkuat Strategi 4K Pengendalian Harga Pangan

Mistar.idRabu, 4 November 2026 pukul 09.18 WIB
jelang_akhir_tahun_bi_dan_tpid_perkuat_strategi_4k_pengendalian_harga_pangan

Inflasi Oktober 2026 Kota Pematangsiantar. (Foto: Dok. BI)

Pematangsiantar, MISTAR.ID – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Pematangsiantar bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memperkuat strategi 4K untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang akhir tahun dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Strategi tersebut mencakup keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Sejumlah langkah dilakukan, mulai dari menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM), memperluas kerja sama antardaerah, hingga memantau neraca pangan.

Kepala BI Pematangsiantar, Ahmadi Rahman, mengatakan upaya pengendalian harga dilakukan menyusul kenaikan sejumlah komoditas pangan yang memengaruhi inflasi di Pematangsiantar dan Labuhanbatu pada Oktober 2026.

“Sebagai langkah konkret, BI Pematangsiantar dan TPID menggelar GPM sebanyak delapan kali di Labuhanbatu dan enam kali di Pematangsiantar sepanjang Oktober. Kegiatan tersebut menyasar komoditas yang berpotensi mengalami kenaikan harga berdasarkan sistem peringatan dini,” kata Ahmadi, Rabu (4/11/2026).

Pengendalian inflasi juga diperkuat melalui Kerja Sama Antar Daerah (KAD). Sejumlah kerja sama pasokan dilakukan, antara lain dari Batubara ke Pematangsiantar, Simalungun ke Pematangsiantar, serta Batubara ke Riau untuk menjaga kelancaran distribusi dan ketersediaan stok pangan.

“Langkah selanjutnya, BI Pematangsiantar bersama TPID memperkuat asesmen melalui diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD) bersama akademisi,” tuturnya.

“Pembahasan mencakup pengembangan pemantauan harga dan pasokan, integrasi data cuaca, serta pembaruan informasi kondisi sentra produksi pangan di Sumatera Utara,” kata Ahmadi lagi.

Menjelang HBKN, pemantauan neraca pangan juga diperketat. GPM terus digencarkan, Program Pekarangan Pangan Lestari dipercepat, dan kerja sama antardaerah dikawal untuk memastikan pasokan tetap tersedia.

Ahmadi menegaskan, pengendalian inflasi membutuhkan kolaborasi BI, pemerintah daerah, BPS, distributor, pelaku usaha, dan masyarakat.

“Strategi 4K Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif bikin kami yakin inflasi bisa terus ditekan, supaya ekonomi daerah tambah sehat,” ujarnya.

Perlu diketahui, harga cabai merah, andaliman, dan tomat mengalami kenaikan di Pematangsiantar di minggu pertama November. Sedangkan bahan pokok yang mengalami penurunan harga adalah daging ayam ras, ikan kembung, dan semangka.

“Di Pematangsiantar, harga cabai merah, andaliman, dan tomat cukup terasa dampaknya ke masyarakat. Di sisi lain, harga daging ayam ras, ikan kembung, dan semangka yang turun mampu menahan inflasi,” kata Ahmadi.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN