Wednesday, November 4, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Dua Helikopter Bertabrakan di Dekat Everest Base Camp, Satu Orang Tewas

Mistar.idRabu, 4 November 2026 pukul 08.08 WIB
dua_helikopter_bertabrakan_di_dekat_everest_base_camp_satu_orang_tewas

Detik-detik dua helikopter bertabrakan di Base Camp Everest. (foto: SMH via @webcamnepal)

Kathmandu, MISTAR.ID - Dua helikopter milik operator swasta bertabrakan saat hendak mendarat di kawasan Pheriche, jalur pendakian Gunung Everest, Nepal bagian timur. Insiden yang terjadi di dekat Everest Base Camp tersebut menewaskan satu orang dan menyebabkan sedikitnya dua orang lainnya terluka.

Rekaman video yang beredar memperlihatkan detik-detik kedua helikopter mengalami tabrakan ketika berupaya melakukan pendaratan di wilayah pegunungan berketinggian tinggi itu.

Dikutip Sydney Morning Herald dari The Telegraph, Rabu (4/11/2026), Wakil Juru Bicara Otoritas Penerbangan Sipil Nepal (CAAN), Gyanendra Bhul, mengatakan kecelakaan tersebut melibatkan helikopter yang dioperasikan Fishtail Air dan Air Dynasty.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Vasanth Kumar Balaramaramadu, warga negara India yang berada di dalam helikopter Fishtail Air. Sementara itu, dua korban luka adalah Shailesh Krishna Patel, warga Selandia Baru, dan Rabindra Pradhan yang merupakan pilot helikopter Fishtail Air.

Keduanya dilaporkan telah dievakuasi menggunakan helikopter ke Medicity Hospital di Kathmandu untuk mendapatkan perawatan medis.

Dalam pernyataan resminya, Fishtail Air menjelaskan bahwa helikopternya tengah mengangkut penumpang yang sebelumnya dievakuasi dari kawasan Everest ketika kecelakaan terjadi saat proses pendaratan.

Sementara itu, juru bicara Air Dynasty menyebut helikopternya hanya membawa muatan barang dan seorang pilot. Pilot tersebut dilaporkan selamat tanpa mengalami cedera. Hingga kini, jumlah keseluruhan orang yang berada di dalam helikopter Fishtail Air belum diketahui secara pasti.

Kawasan Pheriche merupakan salah satu titik penting dalam jalur pendakian Everest. Desa tersebut berada pada ketinggian sekitar 4.200 meter di atas permukaan laut dan menjadi bagian dari rute yang dilalui para pendaki menuju Everest Base Camp.

Di kawasan Everest, helikopter memiliki peran penting dalam operasi penyelamatan. Tidak tersedianya akses jalan darat membuat transportasi udara menjadi salah satu sarana utama untuk mengevakuasi pendaki maupun pemandu yang mengalami kelelahan atau gangguan kesehatan akibat suhu dingin dan kondisi udara tipis di dataran tinggi.

Sebelum insiden terjadi, jalur pendakian sempat tertutup salju tebal. Kondisi cuaca kemudian membaik pada Minggu sehingga ribuan pendaki dapat kembali beraktivitas di sepanjang rute tersebut.

Perjalanan menuju Everest Base Camp umumnya memerlukan waktu hingga dua minggu. Pendakian dimulai dari Lukla, yang memiliki satu-satunya landasan udara di kawasan tersebut, sebelum berlanjut menuju base camp pada ketinggian sekitar 5.300 meter.

Musim gugur di belahan bumi utara menjadi salah satu periode favorit bagi pendaki untuk mengunjungi kawasan Everest. Periode ini berlangsung setelah musim hujan berakhir dan sebelum musim dingin ekstrem tiba. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN