Muslimah Pengkritik Israel Raih Kursi DPR AS, Pertama Terjadi di Kongres Amerika

Muslimah AS Aisha Wahab yang memenangi pemilihan Kongres AS. (Foto: Anadolu Agency via Getty Images)
Washington DC, MISTAR.ID (21/8/2026)– Politisi Partai Demokrat Aisha Wahab memenangkan pemilihan khusus untuk mengisi kursi kosong Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS di Distrik Kongres ke-14 California.
Wahab, seorang Muslimah keturunan Afghanistan, mengalahkan rivalnya Melissa Hernandez yang didukung penuh kelompok lobi pro-Israel, Komite Urusan Publik Amerika-Israel (AIPAC).
Kemenangan ini sekaligus mencatatkan sejarah. Wahab akan menjadi warga Amerika keturunan Afghanistan pertama yang duduk di Kongres AS.
Wahab menang telak di tengah gelontoran dana AIPAC. Berdasarkan proyeksi NBC News Jumat (21/8/2026), dengan 95 persen suara telah dihitung, Wahab memperoleh 53,1 persen suara.
Sementara Hernandez meraih 46,9 persen suara.Wahab akan menggantikan anggota DPR Eric Swalwell yang mengundurkan diri pada April lalu akibat kasus dugaan pelecehan seksual.
Kemenangan Wahab membuat investasi besar AIPAC menjadi sia-sia. United Democracy Project, sayap politik AIPAC, disebut menggelontorkan dana kampanye hampir 2,5 juta dolar AS untuk Hernandez.
Iklan dan kampanye di media sosial yang dibiayai AIPAC banyak menyerang Wahab.
Serangan itu terkait sikap Wahab yang vokal mengkritik Israel, menyerukan pemotongan bantuan militer AS, dan menyebut Israel telah melakukan genosida di Jalur Gaza.
Dari Senat Negara Bagian ke KongresSebelum ke DPR AS, Wahab telah lebih dulu mencetak sejarah sebagai perempuan Muslim dan warga keturunan Afghanistan pertama yang terpilih menjadi anggota Senat Negara Bagian California pada 2022.
Dalam kampanyenya kali ini, selain isu kebijakan luar negeri, Wahab juga mengangkat isu domestik seperti keterjangkauan dan akses perumahan.
Hernandez sendiri merupakan Direktur Bay Area Rapid Transit.Dengan tambahan satu kursi ini, perolehan Partai Demokrat di DPR AS menjadi 213 kursi.
Partai Republik masih unggul tipis dengan 218 kursi.Wahab dan Hernandez dijadwalkan kembali bertarung pada pemilu sela November mendatang untuk memperebutkan masa jabatan penuh dua tahun.(Detikcom/hm02)
PREVIOUS ARTICLE
"Pilih Kami atau Iran", AS Ancam Sanksi Terberat dalam Sejarah























