Friday, August 21, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Houthi Klaim Serang Bandara dan Fasilitas Aramco di Arab Saudi

Mistar.idJumat, 21 Agustus 2026 pukul 15.24 WIB
houthi_klaim_serang_bandara_dan_fasilitas_aramco_di_arab_saudi

Houthi. (Foto: Reuters/Khaled Abdullah)

news_banner

Najran, MISTAR.ID – Kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah melancarkan serangan menggunakan drone ke sejumlah sasaran di wilayah Najran, Arab Saudi, yang berada tidak jauh dari perbatasan kedua negara.

Serangan tersebut disebut menyasar Bandara Najran dan fasilitas milik perusahaan minyak raksasa Arab Saudi, Aramco.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan kelompoknya menjalankan dua operasi militer menggunakan drone. Serangan pertama diarahkan ke fasilitas yang disebut sebagai situs sensitif milik Arab Saudi di Bandara Najran, sedangkan serangan kedua menyasar fasilitas Aramco di wilayah yang sama.

"Kami berhasil melakukan dua operasi militer menggunakan drone: yang pertama menargetkan situs musuh Saudi yang sensitif di Bandara Najran, sementara yang kedua menargetkan fasilitas Aramco di Najran," ujar Saree, seperti dilansir AFP, Jumat (21/8/2026).

Klaim tersebut muncul sehari setelah Garda Revolusi Iran memberikan peringatan kepada Arab Saudi terkait peningkatan serangan yang dilakukan Houthi.

Hingga kini, pemerintah Arab Saudi belum memberikan pernyataan resmi terkait klaim Houthi mengenai serangan drone di Najran tersebut. Belum ada pula informasi lebih lanjut mengenai dampak maupun kerusakan yang ditimbulkan dari serangan yang diklaim tersebut.

Sejak Juli 2026, Yaman menjadi negara terbaru yang terseret ke dalam perang Timur Tengah, ketika Houthi membatalkan gencatan senjata tahun 2022 dengan pemerintah Yaman yang didukung Saudi.

Minggu ini, seorang menteri Yaman mengatakan kepada AFP, bahwa Houthi sedang merencanakan untuk merebut wilayah di sepanjang Selat Bab al-Mandab, yang akan memungkinkan mereka untuk semakin mengancam jalur pelayaran vital tersebut.

Tiga sumber militer Houthi, serta seorang juru bicara pasukan pemerintah Yaman juga mengatakan kepada AFP, bahwa para pemberontak tersebut berencana untuk bergerak maju ke wilayah selatan dari wilayah mereka saat ini.

Konflik kembali memanas bulan lalu ketika Houthi menerima kedatangan pesawat Iran di ibu kota Yaman, Sanaa, yang memicu serangkaian serangan balasan dari Saudi.

Houthi kemudian mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi dan mulai menyerang kapal, bandara, dan fasilitas minyak kerajaan tersebut. (AFP)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN