Friday, August 21, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Dukungan Evangelis AS terhadap Israel Mulai Melemah, Generasi Muda Jadi Sorotan

Mistar.idJumat, 21 Agustus 2026 pukul 11.45 WIB
dukungan_evangelis_as_terhadap_israel_mulai_melemah_generasi_muda_jadi_sorotan

Gambar dibuat dari Google Gemini oleh Tim Orr (Foto: AI)

news_banner

Israel, MISTAR.ID - Dukungan kaum evangelis Amerika Serikat terhadap Israel yang selama ini dikenal kuat mulai menunjukkan tanda-tanda perubahan. Sejumlah jajak pendapat dan penelitian yang dikutip dalam sebuah tulisan di The Times of Israel menunjukkan adanya penurunan dukungan, terutama di kalangan evangelis muda.

Perubahan tersebut terlihat dalam survei Pew Research Center pada Mei 2026. Sebanyak 74% Protestan evangelis kulit putih menyatakan memiliki pandangan positif terhadap rakyat Israel. Angka itu masih menjadi yang tertinggi dibandingkan kelompok agama lain dalam survei tersebut, tetapi turun dari 84% pada 2024.

Perubahan lebih tajam terlihat ketika responden ditanya mengenai pemerintah Israel. Persentase Protestan evangelis kulit putih yang memiliki pandangan positif terhadap pemerintah Israel turun dari 71% pada 2024 menjadi 57% pada 2026.

Generasi muda mulai berbeda pandangan

Perubahan sikap tersebut semakin terlihat ketika faktor usia diperhitungkan. Penelitian Motti Inbari dan Kirill Bumin yang dikutip dalam tulisan tersebut menunjukkan bahwa evangelis muda tidak lagi memiliki pandangan yang seragam mengenai Israel.

Dalam studi 2018, sebanyak 68,9% responden evangelis berusia di bawah 30 tahun menyatakan mendukung Israel. Sementara dalam penelitian yang lebih besar pada 2021, hanya 33,6% evangelis muda yang menyatakan mendukung Israel.

Pada penelitian 2021 tersebut, 24,3% responden justru mendukung Palestina, sedangkan 42,2% memilih tidak memihak.

Namun, angka tersebut tidak bisa secara langsung diartikan sebagai perubahan sikap kelompok yang sama dari 2018 ke 2021. Kedua penelitian memiliki sampel berbeda. Studi 2018 melibatkan 148 responden berusia di bawah 30 tahun, sementara penelitian 2021 mencakup 700 evangelis muda.

Meski demikian, hasil tersebut memberikan gambaran bahwa generasi evangelis muda memiliki pandangan yang jauh lebih beragam mengenai Israel dibandingkan generasi sebelumnya.

Faktor teologi ikut berperan

Selain politik dan konflik Israel-Palestina, faktor teologi juga dinilai berpengaruh terhadap perubahan tersebut.

Studi 2025 berjudul Crossroads of Belief: Evangelicals and the Jewish People, yang diproduksi Infinity Concepts dan Grey Matter Research, menemukan bahwa keyakinan evangelis mengenai status bangsa Yahudi sebagai umat pilihan Tuhan secara keseluruhan relatif stabil.

Sebanyak 49% responden mengatakan orang Yahudi masih merupakan umat pilihan Tuhan, sedikit turun dari 51% pada 2021.

Namun, di antara evangelis berusia di bawah 35 tahun, angkanya hanya 29%.

Penulis berpendapat bahwa kondisi tersebut dapat menunjukkan berkurangnya salah satu motivasi teologis yang selama beberapa generasi turut menjadi dasar kuatnya hubungan evangelis dengan Israel dan bangsa Yahudi.

Kritik terhadap Israel bukan berarti antisemitisme

Tulisan tersebut juga menekankan pentingnya membedakan kritik terhadap Israel dengan antisemitisme.

Menentang kebijakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, permukiman Israel, perang di Gaza, atau tindakan tertentu militer Israel tidak otomatis berarti membenci orang Yahudi.

Demikian pula, perhatian terhadap penderitaan warga Palestina tidak dengan sendirinya merupakan bentuk antisemitisme.

Kekhawatiran yang disampaikan penulis justru berkaitan dengan kemungkinan hilangnya salah satu fondasi keagamaan yang selama ini membuat banyak umat Kristen memandang kebencian terhadap orang Yahudi sebagai sesuatu yang bertentangan dengan keyakinan mereka.

Antisemitisme AS tetap menjadi perhatian

Isu tersebut menjadi semakin sensitif karena antisemitisme di Amerika Serikat masih berada pada tingkat tinggi.

Menurut data Anti-Defamation League (ADL) yang dikutip dalam tulisan tersebut, terdapat 6.274 insiden antisemitisme di AS sepanjang 2025. Angka itu turun 33% dibandingkan rekor 9.354 insiden pada 2024, tetapi tetap menjadi jumlah tahunan tertinggi ketiga sejak ADL mulai mengumpulkan data pada 1979.

Insiden pada 2025 juga disebut sekitar lima kali lebih tinggi dibandingkan satu dekade sebelumnya. Serangan fisik bahkan mencapai titik tertinggi sepanjang masa menurut data yang dikutip.

Sekitar 45% insiden yang dilacak ADL pada 2025 disebut mencakup narasi yang berkaitan dengan Israel atau Zionisme.

Masa depan hubungan evangelis dan Israel

Perubahan pandangan di kalangan evangelis muda tidak serta-merta berarti dukungan Kristen terhadap Israel akan berakhir. Namun, tren tersebut menunjukkan bahwa hubungan yang selama ini dianggap sangat kuat mulai menghadapi tantangan generasi.

Bagi Israel, perubahan sikap evangelis Amerika memiliki arti penting karena dukungan kelompok tersebut selama puluhan tahun bukan hanya berkaitan dengan politik luar negeri AS, tetapi juga memiliki akar teologis.

Pertanyaan yang muncul sekarang adalah apakah generasi evangelis muda akan membangun bentuk hubungan baru dengan Israel dan bangsa Yahudi, atau semakin menjauh dari dukungan tradisional generasi sebelumnya. (The Times OF Israel)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN