Thursday, August 20, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Israel Tak Tuntut Kasus Zomi Frankcom, Australia Panggil Dubes

Mistar.idKamis, 20 Agustus 2026 pukul 10.22 WIB
israel_tak_tuntut_kasus_zomi_frankcom_australia_panggil_dubes

Zumi Frankcom. (foto: PA Media via BBC)

news_banner

Canberra, MISTAR.ID - Australia mengecam keras keputusan Israel yang tidak menuntut secara pidana pihak yang bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan pekerja kemanusiaan asal Australia, Zomi Frankcom, bersama enam rekannya di Gaza pada April 2024.

Dilansir BBC, Kamis (20/8/2026), Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong mengatakan keputusan tersebut tidak memenuhi tuntutan pertanggungjawaban yang diharapkan pemerintahnya.

“Keputusan ini jauh dari bentuk pertanggungjawaban yang kami harapkan,” kata Wong.

Ia juga menyebut hasil tersebut “sangat menghina”, terutama karena pemerintah Australia mengetahuinya bertepatan dengan Hari Kemanusiaan Sedunia.

Frankcom merupakan pekerja World Central Kitchen (WCK). Ia tewas bersama tiga warga Inggris, seorang warga Palestina, seorang warga Polandia, serta seorang berkewarganegaraan ganda Amerika Serikat-Kanada ketika konvoi bantuan mereka diserang militer Israel.

IDF mengakui terdapat “kegagalan serius” dalam proses yang berujung pada serangan tersebut. Namun, militer Israel menyatakan keputusan para komandan tidak menimbulkan kecurigaan yang cukup atas dugaan pelanggaran pidana.

Menurut IDF, keberadaan seorang penjaga bersenjata dalam konvoi tidak diberitahukan sebelumnya dan orang tersebut keliru diidentifikasi sebagai anggota Hamas. Konvoi juga disebut menyimpang dari rute yang telah dikoordinasikan.

WCK menolak kesimpulan tersebut dan menuntut penyelidikan independen.

“IDF tidak dapat secara kredibel menyelidiki tindakannya sendiri,” kata WCK.

Organisasi itu juga menegaskan militer Israel mengetahui tim mereka tidak bersenjata, tidak mengancam siapa pun, serta menggunakan kendaraan kemanusiaan yang telah ditandai dengan jelas.

“Penyelidikan militer mencampuradukkan rentang waktu dan peristiwa yang berbeda, mengaburkan fakta, dan mengalihkan kesalahan atas tindakan ilegal IDF,” tegas WCK.

Wong memastikan Australia akan terus mendesak Israel memberikan keadilan bagi Frankcom dan enam rekannya.

“Saya akan memanggil Duta Besar Israel untuk Australia Hillel Newman dan telah menginstruksikan Duta Besar Australia untuk Israel agar menyampaikan pandangan kami secara langsung,” ujarnya.

Sebelumnya, laporan mantan Panglima Angkatan Pertahanan Australia Mark Binskin pada Agustus 2024 menyimpulkan adanya “kegagalan serius” dalam prosedur IDF yang menyebabkan kematian para pekerja WCK. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN