Wednesday, September 16, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Viral Adu Mulut di Kampung Lalang, Dua Orang Diduga Jadi Korban Penipuan Transaksi Segitiga

Mistar.idRabu, 16 September 2026 pukul 15.53 WIB
viral_adu_mulut_di_kampung_lalang_dua_orang_diduga_jadi_korban_penipuan_transaksi_segitiga

Kedua korban saat bertikai di Kampung Lalang. (Foto: Tangkapan layar medsos/MISTAR)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (16/9/2026) - Viral di media sosial, dua orang terlibat adu mulut di Kampung Lalang, Medan Sunggal. Keduanya diduga menjadi korban penipuan dengan modus yang dikenal sebagai transaksi segitiga.

Salah satu pihak mengaku kehilangan emas yang disebut senilai Rp25 juta, sementara pihak lainnya mengaku kehilangan uang Rp22 juta. Insiden tersebut membuat warga sekitar lokasi resah karena kedua pihak saling mengklaim sebagai korban penipuan.

"Informasi yang beredar, transaksi dilakukan secara COD di sebuah toko emas yang berada di pinggir jalan kawasan Kampung Lalang. Namun, dalam prosesnya diduga terdapat pihak lain yang mengatur transaksi sehingga salah satu pihak mengalami kerugian," tulis akun media sosial @tkpmedan.co.id yang dilihat MISTAR, Rabu (16/9/2026).

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Wanter Simanungkalit, menjelaskan bahwa kedua belah pihak telah sepakat berdamai. Pihaknya melakukan mediasi hingga akhirnya keduanya mencapai kesepakatan.

"Sudah kita mediasi dan berdamai. Mereka sama-sama rugi. Yang satu sudah transfer uang, yang satu lagi emasnya juga terjatuh," ucapnya, Rabu (16/9/2026).

Dijelaskannya, tanpa menyebutkan identitas kedua pihak, peristiwa tersebut terjadi pada Senin (14/9/2026). Saat itu, salah satu pihak menjual emas Antam melalui marketplace. Diduga, ada pihak ketiga yang mengendalikan proses transaksi jual beli tersebut.

"Kan dia jual emas di marketplace. Dikendalikanlah dia dari dalam. Yang satu transfer uang itu sama pihak ketiga. Setelah mereka ketemu, uang enggak sampai. Si pemilik emas, emasnya jatuh hilang. Bukan dikasih sama pihak ketiga," lanjutnya.

Atas kejadian tersebut, lanjut Wanter, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai. Keduanya juga disebut tidak membuat laporan polisi.

"Enggak ada yang melapor. Mereka sama-sama legowo. Yang satu hilang duitnya, satu hilang emasnya. Sama-sama korban, sama-sama rugi," ujarnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN