Saturday, August 15, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Jenguk Siswi Diduga Korban Keracunan Menu MBG di RSU Haji Medan, Bobby Sampaikan Permintaan Maaf

Mistar.idSabtu, 15 Agustus 2026 pukul 00.28 WIB
jenguk_siswi_diduga_korban_keracunan_menu_mbg_di_rsu_haji_medan_bobby_sampaikan_permintaan_maaf_

Gubernur Sumut, Bobby Nasution, berbincang dengan Direktur RSU Haji Medan dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sumut. (foto: deddy/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution, menjenguk seorang siswi SMKN 1 Berastagi yang diduga keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan, Jumat (14/8/2026) malam.

Bobby mengatakan kondisi salah satu siswi ini lebih parah dibandingkan siswa/i yang lainnya, sehingga dirujuk ke RSU Haji Medan untuk mendapatkan perawatan lebih intensif.

"Teman-teman yang lain memang ada yang sudah bisa pulang hari ini. Namun, adik kita ini awalnya dirawat di (RS) Efarina di Karo, dirujuk ke sini karena memang kondisinya sempat mengalami penurunan kesadaran," ujarnya.

Bobby mengatakan, siswi kelas XII SMKN 1 Berastagi tersebut saat ini sudah mendapatkan perawatan intensif di RSU Haji Medan dan dalam pengawasan tim medis.

Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut), Bobby memohon maaf atas kejadian ini. Ia mengajak publik untuk tidak menyalahkan pihak mana pun dalam kejadian ini.

"Kini sudah ditangani secara intensif di ruang ICU anak, dimonitor setiap menitnya. Orang tuanya tadi juga baru sampai. Mohon maaf, kami dari Pemprov tentunya atas kejadian ini jangan menyalahkan siapa pun, tetapi kami dari Pemprov menyampaikan permohonan maaf. Di sini pokoknya kami usahakan, kami janji sampai pulih. Estimasi dari dokternya 2–3 hari lagi (pulih)," katanya.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Haji Medan, Yulinda Elvi Nasution, mengatakan siswi SMKN 1 Berastagi tersebut berusia 17 tahun dan telah mendapatkan perawatan intensif di Ruang ICU anak.

Pihaknya masih menunggu kondisi siswi tersebut stabil. Yulinda memperkirakan kondisinya stabil paling lama tiga hari ke depan.

"Tadi sampai sini pukul 13.30 WIB. Kalau tadi menurut keterangan orang tuanya lebih parah di sana (Berastagi). Kita masih mau periksa labnya lagi lebih lanjut (untuk mengetahui penyebab sakitnya). Mungkin besok kita ada hasil labnya supaya tahu dia ada keracunan makanan atau tidak. Dia merasa sakit di bagian perutnya," tuturnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN