Friday, August 14, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Satu Pasien Korban Keracunan MBG di Berastagi Dirujuk ke RS Haji Medan

Mistar.idJumat, 14 Agustus 2026 pukul 14.37 WIB
satu_pasien_korban_keracunan_mbg_di_berastagi_dirujuk_ke_rs_haji_medan

Salah satu pasien yang diduga menjadi korban keracunan MBG di Berastagi, Kamis (13/8/2026). (Foto: Abay/Mistar)

news_banner

Karo, MISTAR.ID – Satu pasien yang menjadi korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Berastagi, Kabupaten Karo, dirujuk ke Rumah Sakit Haji Medan untuk mendapatkan perawatan lebih intensif, Jumat (14/8/2026).

Pasien tersebut sebelumnya menjalani perawatan di RS Effarina Berastagi bersama sejumlah siswa lain, Kamis (13/8/2026).

Direktur RS Effarina Berastagi, Irna Safrina br Sembiring, membenarkan adanya pasien yang dirujuk ke Medan.

"Satu orang dirujuk ke Rumah Sakit Haji Medan guna mendapatkan perawatan lebih intensif," kata Irna.

Di lain kesempatan, Pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Raya Berastagi, Sumber Citra Sembiring, mengatakan Yayasan Manunggal Kartika Jaya yang menangani pendistribusian MBG ke SMAN 1 Berastagi dan SMA Swasta Bersama mengklaim telah memeriksa makanan yang dibagikan.

"Sejauh ini sesuai keterangan dari ahli gizi, menu makanan sebelum disajikan kepada penerima, sudah dicicipi terlebih dahulu," kata Sumber.

Menurutnya, dapur yang berada di area Kodim 0205/TK, Desa Raya Berastagi, tersebut telah menerapkan prosedur selektif dalam proses penyediaan hingga pendistribusian makanan.

Sumber memastikan SPPG saat ini fokus terhadap kondisi para siswa yang terdampak.

"Pihak kita bertanggung jawab terkait administrasi di rumah sakit, atas peristiwa 279 murid terdampak keracunan makanan," ujarnya.

Operasional dapur MBG tersebut juga telah dihentikan sementara. Penghentian dilakukan berdasarkan keputusan Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, dengan masa penutupan maksimal 30 hari sejak peristiwa terjadi.

Hingga kini, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa masih menunggu hasil pemeriksaan sampel.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN