Fakta Baru Kematian Istri Brigadir IH di Medan, Sempat Ucap "Maafkan Saya" Sebelum Terdengar Letusan

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, memberikan keterangan terkait kasus tewasnya WLG. (Foto: Putra/Mistar)
Medan, MISTAR.ID – Fakta baru terkait tewasnya WLG, istri Brigadir IH, mulai terungkap. Sebelum diduga bunuh diri menggunakan senjata api jenis revolver milik suaminya, korban sempat berkomunikasi dengan Brigadir IH.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan saat peristiwa terjadi terdapat enam orang di rumah tersebut, yakni korban, Brigadir IH, dua anak mereka, seorang pengasuh, dan orang tua Brigadir IH.
"Yang berada di dalam kamar ada tiga orang, yaitu korban, IH, dan anaknya M yang berusia 9 tahun," ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Calvijn menjelaskan, Brigadir IH sempat keluar dari kamar meninggalkan korban dan anaknya. Tak lama kemudian, ia kembali dan mendapati anaknya berada seorang diri di dalam kamar.
"Saksi IH menanyakan kepada anaknya mengenai keberadaan korban. Lalu IH melihat tas korban sudah terbuka," jelasnya.
Saat itu, Brigadir IH mendapati korban berada di dalam kamar mandi. Sambil mengetuk pintu, ia berusaha mencegah korban melakukan tindakan yang membahayakan.
"Terjadi komunikasi yang sifatnya pencegahan. IH meminta korban agar tidak melakukan hal-hal yang tidak semestinya. Saksi M juga ikut mengetuk pintu kamar mandi, tetapi tidak mendapat respons," katanya.
Dari dalam kamar mandi, korban sempat mengucapkan permintaan maaf kepada Brigadir IH dan anak mereka.
"Ucapan terakhir korban adalah 'maafkan saya'. Setelah itu terdengar satu kali suara letusan dari dalam kamar mandi," ungkap Calvijn.
Ditemukan Residu Tembakan di Tubuh Korban
Setelah kejadian, tim Inafis melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menemukan luka tembak di bagian kepala korban. Sementara itu, hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) menemukan residu tembakan pada jari tangan dan pakaian korban.
"Terhadap IH juga dilakukan swab pada jari dan tangannya. Hasilnya tidak ditemukan residu tembakan," ujar Calvijn.
Hasil otopsi juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban.
"Hasil autopsi menunjukkan tidak ada bekas kekerasan, baik akibat benda tumpul maupun benda tajam. Hanya ditemukan satu luka tembak di kepala," katanya.
Polisi Masih Dalami Motif
Hingga kini, polisi masih mendalami motif di balik dugaan bunuh diri tersebut. Menurut Calvijn, korban dan Brigadir IH telah resmi bercerai sejak 2021.
"Beberapa persoalan internal, pribadi, dan keluarga masih kami telusuri untuk mengetahui motifnya," ujarnya.
Ia menambahkan, meski telah bercerai, korban kembali tinggal di Medan sekitar dua bulan terakhir setelah sebelumnya menetap di Jakarta dan beberapa daerah lainnya.
"Dua bulan terakhir korban berada di Medan. Berdasarkan keterangan anak mereka, selama di Medan tidak ada perseteruan antara korban dan IH," tutupnya.
PREVIOUS ARTICLE
Eks Kabag Tapem Setda Madina Dituntut 2 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Rp639 Juta




















