Tuesday, September 15, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Suahasil Gantikan Purbaya, Akademisi Nilai Arah Fiskal Beralih ke Stabilitas

Mistar.idSelasa, 15 September 2026 pukul 17.23 WIB
suahasil_gantikan_purbaya_akademisi_nilai_arah_fiskal_beralih_ke_stabilitas

Akademisi dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Raja M Nainggolan. (doto: dok Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID - Pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara dinilai menandai pergeseran pendekatan pengelolaan fiskal nasional, dari kebijakan yang agresif dan berorientasi pertumbuhan menuju disiplin dan stabilitas fiskal.

Akademisi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Raja M Nainggolan mengatakan, perubahan tersebut terlihat dari perbedaan gaya pengelolaan keuangan negara antara Purbaya dan Suahasil.

“Pak Purbaya sebelumnya membawa gaya pengelolaan yang agresif, fokusnya pertumbuhan ekonomi, dan cenderung melakukan intervensi langsung. Pak Suahasil beda, lebih menekankan disiplin fiskal, pendekatan teknokratis, dan pola kebijakan yang lebih stabil dan mudah diprediksi,” kata Raja saat diwawancarai Mistar, Selasa (15/9/2026).

Meski baru menjabat sebagai Menteri Keuangan, Suahasil langsung dihadapkan pada sejumlah tugas berat. Raja menyebut ruang fiskal pemerintah pusat yang semakin ketat, kebutuhan dana besar untuk proyek-proyek strategis nasional, serta tekanan keuangan di daerah.

Selain itu, anggaran daerah semakin terbatas akibat efisiensi fiskal. Pemerintah juga menghadapi persoalan kepastian hukum terkait PMK 44/2026 dan ketidakpastian karena aturan yang masih diuji di Mahkamah Konstitusi.

Raja turut menyoroti persoalan penyaluran kredit. Menurutnya, dana Rp200 triliun yang ditempatkan di bank-bank Himbara belum benar-benar memberikan dampak besar terhadap sektor kredit produktif.

Ia berharap kepemimpinan Suahasil dapat menekan ketidakpastian fiskal sekaligus mengembalikan kepercayaan investor. Komitmen menjaga defisit APBN tetap di bawah 3 persen dinilai menjadi kabar baik bagi stabilitas ekonomi nasional.

Di sisi lain, Raja menyoroti kondisi keuangan daerah. Kebijakan rebalancing fiskal di era pemerintahan Prabowo dinilainya memperbesar belanja pemerintah pusat untuk program prioritas, sementara transfer ke daerah semakin dipersempit dan diperketat.

Kondisi tersebut berisiko menghambat pembangunan serta menurunkan kualitas pelayanan publik di daerah.

Pengalaman sekitar 11 tahun Suahasil di Kementerian Keuangan dinilai menjadi modal kuat untuk menghadapi berbagai persoalan tersebut.

“Banyak pihak berharap beliau mampu mengembalikan transparansi data dan pola komunikasi publik yang terbuka, seperti pernah diterapkan di masa Sri Mulyani,” tutup Raja. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN