Wednesday, September 9, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Cabai Merah Keriting Naik di Pasar Pangururan, yang Lain Turun

Mistar.idRabu, 9 September 2026 pukul 14.42 WIB
cabai_merah_keriting_naik_di_pasar_pangururan_yang_lain_turun

Aktivitas jual beli di Pasar Pangururan. (foto: pangihutan/mistar)

news_banner

Samosir, MISTAR.ID – Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Pangururan, Kabupaten Samosir, mengalami perubahan pada periode 2-9 September 2026. Dari komoditas yang dipantau, lima jenis bahan pokok mengalami perubahan harga, yakni tomat, daging ayam broiler, cabai rawit hijau, cabai merah keriting, dan bawang merah lokal.

Dari lima komoditas tersebut, satu mengalami kenaikan harga, sementara empat lainnya turun. Cabai merah keriting menjadi satu-satunya komoditas yang mengalami kenaikan, yakni Rp2.000 per kilogram.

Harga cabai merah keriting naik dari Rp48.000 menjadi Rp50.000 per kilogram. Meski meningkat, harga tersebut masih berada dalam kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp37.000-Rp55.000 per kilogram. Berdasarkan hasil pemantauan, kenaikan dipengaruhi penurunan produksi akibat faktor cuaca.

Sementara itu, harga tomat mengalami penurunan Rp2.000, dari Rp15.000 menjadi Rp13.000 per kilogram.

Harga daging ayam broiler juga turun Rp1.000, dari Rp55.000 menjadi Rp54.000 per kilogram. Namun, harga tersebut masih Rp14.000 di atas HET yang ditetapkan sebesar Rp40.000 per kilogram.

Berdasarkan catatan pemantauan, harga ayam broiler masih berada di atas HET karena adanya pembatasan pengambilan barang dari perusahaan atau kandang.

Komoditas lainnya yang mengalami penurunan adalah cabai rawit hijau. Harganya turun Rp2.000, dari Rp50.000 menjadi Rp48.000 per kilogram. Harga tersebut masih berada dalam kisaran HET Rp40.000-Rp57.000 per kilogram.

Bawang merah lokal juga turun Rp2.000, dari Rp30.000 menjadi Rp28.000 per kilogram. Harga tersebut masih berada di bawah HET sebesar Rp41.500 per kilogram.

Sementara itu, sebagian besar komoditas lainnya masih menunjukkan harga yang relatif stabil. Udang basah medium tetap Rp120.000 per kilogram, tepung terigu protein sedang Rp15.000, tepung terigu protein rendah Rp10.000, dan tempe Rp15.000 per kilogram.

Harga telur ayam ras bertahan Rp27.733 per kilogram dengan HET Rp30.000. Telur ayam kampung tetap Rp60.000 per kilogram, sedangkan tahu mentah Rp10.000 per kilogram.

Untuk produk susu, harga susu kental manis Indomilk tetap Rp13.000 per kilogram, susu bubuk Dancow Rp48.000 per kilogram, dan susu bubuk balita SGM 1+ ukuran 400 gram Rp45.000.

Harga pisang barangan bertahan Rp12.000 per kilogram. Minyak goreng premium tetap Rp25.000 per liter, sedangkan Minyakita Rp16.000 per liter dengan HET Rp15.700 per liter.

Jeruk lokal medium tetap Rp15.000 per kilogram dan jagung pipilan kering Rp8.000 per kilogram dengan HET Rp5.800.

Untuk komoditas lainnya, mi instan kari ayam tetap Rp3.500. Ikan tongkol bertahan Rp50.000 per kilogram, ikan teri peto Rp90.000, ikan kembung Rp55.000, dan ikan dencis Rp40.000 per kilogram.

Harga gula pasir masih Rp19.000 per kilogram atau Rp1.500 di atas HET Rp17.500. Sementara garam beriodium halus bertahan Rp16.000 per kilogram.

Pada komoditas daging, harga daging sapi murni tetap Rp160.000 per kilogram, atau Rp20.000 di atas HET Rp140.000. Sementara daging ayam kampung bertahan Rp90.000 per kilogram.

Untuk beras, harga beras premium tetap Rp16.000 per kilogram dengan HET Rp15.400. Beras medium bertahan Rp15.000 per kilogram dengan HET Rp14.000.

Bawang putih tidak mengalami perubahan dan tetap Rp35.000 per kilogram. Sementara bawang merah impor bertahan Rp32.000 per kilogram.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Samosir, Dermawan Sinaga, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar, terutama komoditas yang mengalami perubahan.

“Perubahan harga bahan pokok dapat dipengaruhi oleh ketersediaan pasokan, produksi, kondisi cuaca, serta distribusi. Karena itu, perkembangan harga terus kita pantau agar kebutuhan masyarakat tetap tersedia,” ujar Dermawan.

Menurutnya, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap komoditas yang harganya masih berada di atas HET. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan harga di tingkat pasar sekaligus memastikan pasokan bahan pokok tetap tersedia.

“Kita tetap memantau komoditas yang harganya berada di atas HET. Yang paling penting adalah ketersediaan barang tetap terjaga dan tidak terjadi kelangkaan di pasar,” katanya.

Dermawan menambahkan, pemantauan harga dan pasokan akan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gejolak harga.

“Kita terus melakukan pemantauan harga dan pasokan di pasar. Jika terjadi perubahan yang cukup signifikan, tentu akan menjadi perhatian pemerintah untuk ditindaklanjuti sesuai kondisi di lapangan,” tuturnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN