Thursday, July 30, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Cabai dan Bawang Merah di Pangururan Turun, Telur Ayam Ras Naik

Mistar.idRabu, 29 Juli 2026 pukul 13.35 WIB
harga_cabai_dan_bawang_merah_di_pangururan_turun_telur_ayam_ras_naik

Aktivitas jual beli di pasar Pangururan, Rabu (29/7/2026). (Foto: Pangihutan/Mistar)

news_banner

Samosir, MISTAR.ID – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Pangururan, Kabupaten Samosir, pada pekan kelima Juli 2026 mengalami fluktuasi. Cabai merah keriting dan bawang merah lokal tercatat mengalami penurunan harga, sedangkan telur ayam ras dan tomat mengalami kenaikan.

Berdasarkan hasil pemantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Samosir per 29 Juli 2026, harga tomat naik dari Rp16.000 menjadi Rp17.000 per kilogram. Sementara itu, telur ayam ras meningkat dari Rp26.666 menjadi Rp27.733 per kilogram.

Di sisi lain, harga bawang merah lokal turun dari Rp30.000 menjadi Rp28.000 per kilogram atau berkurang Rp2.000. Bawang merah impor juga mengalami penurunan dari Rp32.000 menjadi Rp30.000 per kilogram.

Harga cabai merah keriting juga tercatat lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya. (Bagian ini sebaiknya disesuaikan kembali dengan data karena terdapat perbedaan angka dalam naskah.

Sementara itu, harga cabai rawit hijau masih bertahan di angka Rp55.000 per kilogram. Meski tidak mengalami perubahan, harga tersebut masih berada dalam kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah, yakni Rp40.000 hingga Rp57.000 per kilogram.

Sejumlah komoditas lainnya terpantau stabil, di antaranya tepung terigu, tempe, tahu, susu bubuk, minyak goreng, gula pasir, beras, daging sapi, daging ayam, jagung pipilan, mi instan, serta berbagai jenis ikan yang dipasarkan di Pasar Pangururan.

Harga Minyakita juga tidak mengalami perubahan, yakni Rp16.000 per liter. Meski demikian, harga tersebut masih sedikit di atas HET pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.

Kepala Disperindag Kabupaten Samosir, Dermawan Sinaga, mengatakan perubahan harga merupakan hal yang wajar, terutama pada komoditas hortikultura yang dipengaruhi musim panen, kondisi cuaca, dan kelancaran distribusi.

"Naik turunnya harga cabai, tomat, maupun bawang merupakan dinamika pasar. Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan secara rutin agar perkembangan harga dapat diketahui sejak dini dan langkah antisipasi bisa segera dilakukan apabila terjadi lonjakan yang signifikan," ujarnya.

Menurut Dermawan, hingga akhir Juli 2026 ketersediaan kebutuhan pokok di Kabupaten Samosir masih mencukupi. Karena itu, masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena pasokan dari petani lokal maupun daerah pemasok tetap tersedia.

"Kami terus berkoordinasi dengan distributor, pedagang, dan instansi terkait untuk menjaga kelancaran distribusi sehingga pasokan tetap terjaga dan harga kebutuhan pokok tetap stabil," katanya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan harga secara berkala sebagai dasar pengambilan kebijakan apabila sewaktu-waktu terjadi gejolak harga yang berpotensi membebani masyarakat.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN