Tuesday, September 15, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Diperpanjang, DNA Jasad di Enggano Diperiksa

Mistar.idSenin, 14 September 2026 pukul 23.11 WIB
pencarian_5_jurnalis_dan_3_kru_diperpanjang_dna_jasad_di_enggano_diperiksa

Personel Basarnas mencari jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak di Carita, Pandeglang, Banten, Senin (14/9/2026). (foto: Antara/Galih Pradipta)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID - Operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, diperpanjang selama tiga hari. Keputusan itu diambil setelah pencarian hingga hari ketujuh, Senin (14/9/2026), belum menemukan keberadaan delapan orang tersebut.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad mengatakan, perpanjangan diputuskan setelah evaluasi operasi SAR dan rapat koordinasi bersama unsur terkait.

"Hasil evaluasi operasi SAR hari ketujuh yang kita laksanakan masih nihil. Hasil rapat koordinasi, kita akan lanjutkan selama tiga hari ke depan," kata Al Amrad di Pos SAR Gabungan Carita, Pandeglang, dilansir Detik, Senin (14/9/2026).

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan perpanjangan dilakukan antara lain atas permintaan keluarga korban dan Pemerintah Provinsi Banten. Berdasarkan ketentuan operasi SAR, pencarian selama tujuh hari masih dapat diperpanjang dengan pertimbangan tertentu.

Pada pencarian hari ketujuh, tim gabungan mengerahkan 18 kapal serta satu helikopter HR-3604 milik Basarnas. Luas area pencarian mencapai sekitar 6.649 mil laut persegi. Penyisiran juga dilakukan di daratan Pulau Sertung, Rakata Besar dan Pulau Panjang serta sepanjang pesisir Carita hingga Anyer.

Namun, operasi menghadapi kendala kabut dan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Di sejumlah wilayah pencarian, jarak pandang dilaporkan hanya sekitar satu hingga 1,5 mil laut.

Kepala Pos SAR Bakauheni Basarnas Lampung, Rezie Kuswara mengatakan seluruh unsur pencarian yang dikerahkan hingga hari ketujuh masih belum menemukan tanda keberadaan kapal maupun para korban.

Tim SAR juga belum dapat melakukan pencarian dengan metode penyelaman karena lokasi speedboat maupun titik keberadaan korban belum diketahui secara pasti. Pencarian tetap dilakukan berdasarkan analisis data BMKG dan PVMBG dengan mempertimbangkan keselamatan personel di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.

DNA Jasad di Enggano Dicocokkan

Sebelumnya, sesosok jasad pria tanpa identitas ditemukan di kawasan pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, Bengkulu, Sabtu (12/9/2026).

Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea mengatakan jasad tersebut telah dievakuasi ke Polda Bengkulu dan diautopsi. Polisi kemudian melakukan pencocokan DNA dengan sampel keluarga rombongan yang hilang.

Hingga Senin malam, belum ada kepastian apakah jasad tersebut berkaitan dengan rombongan jurnalis. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan DNA. Jasad pria itu diperkirakan berusia di atas 50 tahun dengan tinggi sekitar 165 sentimeter.

Sementara itu, sejumlah benda yang sebelumnya ditemukan dalam operasi pencarian, termasuk life jacket, galon dan terpal, telah diperiksa. Polisi memastikan benda-benda tersebut bukan milik speedboat Arupadhatu yang membawa rombongan jurnalis.

Rombongan diketahui berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Salah satu anggota rombongan sempat mengirimkan titik lokasi sekitar pukul 14.42 WIB, sedangkan komunikasi terakhir tercatat sekitar pukul 15.04 WIB.

Lima jurnalis yang masih dicari adalah M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, dan Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas. Tiga orang lainnya merupakan kapten kapal, ABK dan pemandu.

Operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan mengevaluasi kembali sektor-sektor yang telah maupun belum disisir selama tujuh hari pertama. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN