Wednesday, November 4, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Bank Sumut Catat Laba Rp689 Miliar hingga Oktober 2026, Kredit Tumbuh Selektif

Mistar.idRabu, 4 November 2026 pukul 14.36 WIB
bank_sumut_catat_laba_rp689_miliar_hingga_oktober_2026_kredit_tumbuh_selektif

Suasana perayaan HUT ke-65 PT Bank Sumut (Perseroda) Cabang Konvensional Pematangsiantar. (Foto: Abdi/Mistar)

Pematangsiantar, MISTAR.ID – PT Bank Sumut (Perseroda) mencatatkan laba bersih sebesar Rp689 miliar hingga Oktober 2026. Capaian tersebut tumbuh 16,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Cabang Bank Sumut Konvensional Pematangsiantar, Subhan Pardosi, mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan kinerja perusahaan yang terus membaik di tengah persaingan industri perbankan.

Selain laba, total aset Bank Sumut juga mengalami pertumbuhan sebesar 3,12 persen menjadi Rp49,03 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) tercatat mencapai Rp40,36 triliun, sedangkan kredit dan pembiayaan tumbuh menjadi Rp32,6 triliun.

Meski demikian, Subhan mengungkapkan penyaluran kredit masih tumbuh lebih lambat dibandingkan penghimpunan dana masyarakat.

Dalam setahun terakhir, dana masyarakat yang dihimpun Bank Sumut bertambah sekitar Rp1,2 triliun. Sementara itu, kredit dan pembiayaan hanya meningkat sekitar Rp200 miliar.

Menurut Subhan, kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus peluang bagi Bank Sumut untuk meningkatkan penyaluran kredit.

Namun, pihaknya tidak ingin terburu-buru mengejar pertumbuhan kredit hanya dari sisi angka. Bank Sumut lebih mengutamakan kualitas kredit yang sehat, tepat sasaran, dan mampu mendorong pertumbuhan bersama nasabah.

“Kalau pedagang maju, kita juga bergerak. Kalau ada usaha ramai, lapangan kerja terbuka, Bank Sumut pasti terlibat. Kalau ada keluarga pertama kali beli rumah, Bank Sumut ada di situ juga,” ujarnya kepada Mistar, Rabu (4/11/2026).

Menurut Subhan, bank yang berhasil memiliki ciri-ciri kredit bertumbuh, dananya naik, dan rasio BOPO juga makin baik. Menjelang akhir tahun 2026, Bank Sumut telah menyiapkan tiga langkah sederhana yang disebut prinsip 3N.

Pertama, Nagih (Datang) langsung temui nasabah, jangan tunggu masalah membesar. Kedua, Nata (Rapikan) tata proses, perbaiki dokumen, dan percepat keputusan supaya nasabah tidak digantung. Ketiga, Nuntun (Tuntun) tidak sekadar jual produk, tapi pastikan nasabah paham dan bisa pakai produk dengan benar.

“Mulai dari panduan pakai aplikasi New SUMUT Mobile, ajak pelaku usaha masuk ekosistem QRIS, sampai mentoring pegawai baru supaya nilai-nilai baik terus jalan,” tuturnya.

Pada 2027, Bank Sumut berencana akan lebih sering turun ke lapangan atau bertemu langsung masyarakat.

“Targetnya menyalurkan KUR sampai Rp5 triliun, biayai 4.000 unit rumah lewat KPR FLPP, dan tambah merchant QRIS sampai 120 ribu,” tuturnya.

Transformasi jangka menengah bakal dikebut sampai 2028. Bank Sumut siap menjadi perusahaan terbuka alias IPO.

“Kalau semua izin dari pemegang saham dan otoritas sudah beres, Bank Sumut siap go public. Saat itu tiba, standarnya harus lebih tinggi. Bukan cuma dinilai dari dalam, tapi juga dari investor, pasar, dan masyarakat. Tata kelola, transparansi, kualitas kredit semuanya harus top. Bisa jadi, nanti nasabah yang menabung juga jadi pemilik Bank Sumut,” kata Subhan.

Mengusung tema “Selalu Ada Ruang untuk Tumbuh Bersama”, PT Bank Sumut (Perseroda) Cabang Konvensional Pematangsiantar baru saja merayakan hari jadinya yang ke-65 dengan semangat memperkuat komitmen untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN