CEO Apple Akui Ada Masalah Layar di iPhone Duo

CEO Apple John Ternus. (Foto: Adam Gray/Bloomberg via Getty Images)
California, MISTAR.ID – CEO Apple John Ternus mengeklaim jumlah iPhone Duo yang mengalami kerusakan layar masih sangat sedikit. Perusahaan juga telah mengganti perangkat yang terdampak.
Ternus mengatakan hanya sebagian kecil unit iPhone Duo yang dikembalikan karena masalah pada layar bagian dalam. Namun, dia tidak menyebutkan jumlah pasti perangkat yang rusak maupun penyebabnya.
iPhone Duo merupakan ponsel lipat pertama Apple yang mulai dijual pada Oktober 2026. Beberapa hari setelah peluncuran, sejumlah pengguna melaporkan munculnya garis retak pada layar bagian dalam, terutama di sekitar engsel atau area lipatan.
Keluhan itu ramai dibahas di media sosial setelah pengguna mengunggah foto layar perangkat yang rusak. Apple sebelumnya telah mengakui masalah tersebut terjadi pada sebagian kecil unit dan meminta pengguna menghubungi layanan AppleCare untuk mendapatkan perangkat pengganti.
Pasokan iPhone Duo Masih Terbatas
Selain masalah layar, Ternus mengungkapkan Apple masih kesulitan memenuhi tingginya permintaan pasar terhadap iPhone Duo. Jumlah pesanan saat ini masih melampaui kapasitas produksi perusahaan.
"Duo masih mengalami keterbatasan pasokan saat ini. Peningkatan produksinya berjalan baik dan kami bekerja keras mengirimkannya kepada sebanyak mungkin pelanggan secepat mungkin. Namun, saat ini kami belum bisa memperkirakan kapan pasokan dan permintaan akan kembali stabil," ujar Ternus, dilansir dari Reuters, Rabu (4/11/2026).
iPhone Duo dilaporkan habis terjual hanya dalam hitungan jam setelah pemesanan dibuka. Proses produksi ponsel lipat yang lebih rumit dibandingkan iPhone konvensional turut menjadi salah satu faktor terbatasnya pasokan.
Pernyataan Ternus disampaikan bersamaan dengan laporan keuangan Apple untuk kuartal IV tahun fiskal 2026 yang berakhir pada September 2026.
Apple mencatat pendapatan sebesar 114,48 miliar dollar AS atau sekitar Rp 2.091 triliun. Angka tersebut melampaui perkiraan analis sebesar 113,39 miliar dollar AS atau sekitar Rp 2.065 triliun.
Laba per saham Apple juga mencapai 2,10 dollar AS atau sekitar Rp 38.208, lebih tinggi dibandingkan estimasi analis sebesar 1,99 dollar AS atau sekitar Rp 36.206.
Penjualan iPhone menjadi salah satu penopang kinerja perusahaan dengan pendapatan mencapai 57,58 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.050 triliun. Capaian itu melampaui perkiraan analis sebesar 56,54 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.031 triliun.
Namun, pendapatan tersebut belum mencakup penjualan iPhone Duo karena perangkat itu baru dipasarkan pada Oktober, setelah periode kuartal IV tahun fiskal Apple berakhir. (Reuters)
PREVIOUS ARTICLE
Xiaomi 18 Pro Segera Masuk Indonesia! Kamera Leica 200 MP dan Snapdragon Terbaru Jadi Andalan










































